“ Film Mongol “


By Yohanes Carlos

  1. Pendahuluan

Saat ini boleh dikatakan perkembangan dunia seni pertunjukan, khususnya perfilman sedang berada diatas puncak kejayaannya. Banyak karya – karya yang berkualitas yang telah dihasilkan oleh para pelaku seni, dalam hal ini Sutradara. Tentunya keberhasilan tersebut bukan didapat dengan begitu saja, banyak hal yang harus diperhatikan untuk menghasilkan sebuah karya yang berkualitas dan dapat diterima oleh masyarakat.

Hal paling utama yang harus diperhatikan oleh seorang sutradara untuk membuat sebuah film yang baik tentunya konsep dari film itu sendiri. Tema apa yang mau diambil atau dimunculkan dalam karyanya itu. Selain tema, pemilihan actor dan tempat pengambilan gambarnya pun harus sesuai dengan judul film itu sendiri, sehingga pemain yang berperan dalam film tersebut,  benar – benar bisa memunculkan karakter dari tokoh yang diperankannya itu.

Film MONGOL yang disutradarai oleh Sergei Bodrov dan mulai digarap pada tahun 2005 merupakan salah –satu jenis film yang benar – benar berkualitas. Dari konsep yang diambil hingga pemilihan actor serta tempat pembuatan filmnya pun benar – benar diperhatikan, sehingga pembuatan film tersebut sukses dan bisa diterima masyarakat.

  1. Pembahasan

Film Mongol garapannya Sutradara asal Rusia, Sergei Bodrov merupakan salah –satu Film kolosal yang berkualitas, dan diterima oleh masyarakat. Buktinya Film ini masuk dalam nominasi Academy Award atau Oscar. Dan yang lebih membanggakan lagi, setelah selesai menggarap Film ini, sang sutradara, Sergei Bodrov menerima undangan dari Presiden Mongol atas keberhasilannya menggarap Film tersebut.

Undangan yang diterima oleh Sergei Bodrov dari Preisden Mongol, merupakan suatu bukti bahwa Ia telah berhasil mengangkat kembali kisah tentang Genghis Khan. Ribuan tahun yang lalu, Genghis Khan dikenal sebagai pemimpin bangsa Mongol yang sangat keji dan tak segan untuk membunuh. Selain itu Genghis Khan, yang  nama kecilnya Temudgin, merupakan pemimpin yang terkenal sepanjang sejarah, karena berhasil memperluas kekuasaan Mongol, ke hampir seluruh muka Bumi.

Jika dalam sejarah,  Temudgin atau yang lebih dikenal dengan Genghis Khan merupakan sosok yang kejam dan suka menebar ancaman, maka dalam konsep pembuatan Film ini, Sergei Bodrov mencoba mengambil sisi-sisi baik dari Genghis Khan serta sifat kepemimpinannya yang luar biasa. Film ini diawali dengan Temudgin, panggilan kecil dari Genghis Khan berusia 9 tahun, dimana ia bersama ayahnya akan pergi ke Klan ( kelompok ) Merkits untuk mencari calon istrinya. Namun, Temudgin lebih memilih calon istrinya dari Klan lain, dari pada di Klan Merkits. Dalam perjalanan pulang, ayahnya Temudgin mati diracuni, semua rakyat dan orang kepercayaan ayahnya pergi meninggalkan mereka dan membawa semua barang – barang serta ternaknya, Ia pun ditahan dan  diancam akan dibunuh oleh Targutai, bekas orang kepercayaan ayahnya. Dalam masa tahanannya, Ia berhasil

melarikan diri dan pergi mencari Borte, calon istrinya. Setelah bertemu, mereka pun menikah, tetapi kebahagiaan mereka tidak bertahan lama karena istrinya diculik oleh orang – orang dari Klan Merkits. Untuk membebaskan istrinya, Temudgin meminta bantuan dari kakaknya, Jamukha. Temudgin bersama kakak serta pasukannya berhasil membebaskan istrinya. Dari sini sifat baik serta pola kepemimpinannya mulai ditunjukan. Setelah selesai bertempur melawan Klan Merkits, beberapa prajurit yang merupakan prajurut dari Jamukha ( kakaknya Temudgin ) mulai berpindah dan ingin mengabdi kepada Temudgin, Ia dianggap lebih bijaksana dan lebih adil dalam membagi harta benda kepada prajurit, dari pada kakaknya, Jamukha.

Mengetahui bahwa beberapa prajuritnya pergi bersama Temudgin, Jamukha marah. Ia ( Jamukha )  bersama Targutai bersatu dan berencana untuk membunuh Temudgin dan semua pengikut Temudgin. Mereka ( Jamukha dan Targutai ) menghadang perjalan Temudgin, dan terjadilah pertempuran. Temudgin beserta beberapa prajuritnya berhasil ditangkap oleh Jamukha, namun istri dan anak  – anak mereka berhasil diselamatkan. Keselamatan istri dan anak – anak mereka ( Temudgin dan prajuritnya ), sekali lagi menunjukan sifat bijaksana yang diambil oleh Temudgin atau yang lebih dikenal dengan Genghis Khan selaku seorang Pemimpin.

Setelah Temudgin dan prajuritnya di tangkap, mereka akhirnya dijual sebagai budak di kota perbatasan Tangut. Temudgin dibeli sebagai budak dan dikurung dalam sebuah ruangan selama bertahun – tahun. Selama dalam tahanan, Temudgin berusaha untuk mencari tahu keberadaan isterinya. Ia akhirnya meminta pertolongan dari seorang biksu untuk mencari isterinya dengan sebuah persyaratan, yaitu apabila suatu saat Ia ( Genghis khan ) menghancurkan daerah Tangut, Ia tidak boleh menghancurkan kuil. Setelah isterinya Temudgin, mengetahui bahwa suaminya masih hidup, Ia akhirnya memutuskan untuk pergi

menyelamatkan suaminya. Setelah bebas, Temudgin berusaha menyatukan kembali bangsa Mongol dan menyusun kekuatan untuk melawan Jamukha. Ia ( Temudgin ) bersama prajuritnya berhasil menaklukan Jamukha serta pasukannya. Setelah menguasai semua wilayah, lagi – lagi sifat baik dari Temudgin atau Genghis Khan di tunjukan, Ia mengampuni semua rakyat yang dulu pernah berpaling darinya, Ia juga mengampuni Jamukha serta menempati janjinya untuk tidak membakar Kuil.

Akhir dari Film ini, Temudgin atau Genghis Khan berpesan kepada prajuritnya untuk tidak melanggar aturan, yang salah – satunya berbunyi , Jangan pernah menghianati pemimpinmu.

Selain konsep pembuatan Film yang bagus, proses pembuatan Film ini pun sangat detail dan menghabiskan waktu yang sangat panjang. Untuk mencari figure seorang Genghis Khan, Sergei Bodrov harus mengelilingi negara – Negara seperti, Mongolia, Kazakstan, Kyrgistan, Jepang, Cina, Korea, Amerika dan di wilayah Rusia,  untuk mencari orang yang pantas memerankan tokoh Temudgin atau Genghis Khan. Akhirnya,  Asano seorang actor kewarganegaraan Jepang, terpilih sebagai pemeran tokoh Genghis Khan, sedangkan Borte isterinya diperankan oleh seorang pelajar dari Mongolia.

Dalam proses pengkastingan para figure – figure ini, Sergei Bodrov dibantu oleh seorang sutradara kasting yang hebat yaitu, Guka Omarav. Selain Guka, Sergei juga melibatkan dua orang editor yang inovatif dan berbakat yaitu, pemenang Academy Award , Zach Staenberg, dan pemenang BAFTA award, Valdis Oskardottier.

Untuk mengabadikan pola hidup nomaden dari suku Mongol yang hidup di abad ke – 12, melintasi daratan dengan berkuda, dan berpindah – pindah berdasarkan musim, maka Sergei Bodrov mengundang lusinan Stuntmen dari Kazakstan dan Kyrgistan untuk melatih para actor, sehingga bisa berperan dengan maksimal dalam Film garapannya itu.

untuk lokasi syutingnya, Sergei Bodrov memilih daerah – daerah seperti, wilayah – wilayah terpecil Cina, Mongolia dan Kazakstan. Wilayah – wilayah tersebut, merupakan bagian dari kekaisaran Mongolia, meliputi jejak –jejak kosong, dan hutan lebat yang merupakan kampung halaman Temudgin. Untuk musik ilustrasinya, Sergi Bodrov meminta seorang composer dari Finlandia yaitu Tuomas Kantelinen untuk menciptakannya.

Dengan konsep, actor, serta lokasi yang sesuai, film ini benar – benar bernilai dan sangat berkualitas. Banyak  nilai – nilai keindahan atau estetika yang diperlihatkan, contohnya lokasi syutingnya merupakan –wilayah dari kekaisaran Mongolia yang sebenarnya, dengan latar seperti itu, kita seakan – akan membawa kita kembali ke massa kejayaan bangsa Mongol. Selain itu pola hidup nomaden bangsa Mongol, mereka selalu berpindah – pindah dan membawa ternak miliknya.

Dengan tempat yang sesuai, para pemain professional, film ini sunuh pantas mendapat penghargaan. Secara keseluruhan Film ini menyajikan bentuk perjuangan Temudgin.

  1. Kesimpulan

Film ini merupakan salah – satu Film kolosal yang menceritakan tentang sejarah, khususnya kisah tentang Genghis Khan menyatukan bangsa Mongol. Dari konsep hingga proses pembuatannya pun benar – benar matang.

Explore posts in the same categories: Teknologi Media

One Comment pada ““ Film Mongol “”

  1. hujanku Says:

    Menarik. Ijin share.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: