Analisa Musik Nusantara


Unsur-unsur seni musikal

  1. Unsur-unsur manusia : konposer, pemain, pendengar
  2. Unsur-unsur mekanis : medium, publikasi

macam-macam orang mendengarkan

  1. Mendengarkan secara pasif
  2. Mendengarkan secara emosional
  3. Mendengarkan secara menikmati
  4. Mendengarkan secara perspektif

Bagai mana mendengarkan musik:

  1. Memperhatikan
  2. Pengulangan
  3. Pengenalan
  4. Mencari latar belakang dengan cara pendekatan secara teori, auditori dan visual.

Nada : suatu bunyi dihasilkan oleh getaran-getaran yang teratur yang mempunyai unsur-unsur:

  • Tinggi-rendah nada : 20-20.000 Hz
  • Panjang-pendek nada : ini merupakan unsur dasar dari ritme
  • Keras-lemah nada : ini merupakan dasar dari dinamika
  • Warna suara (timbre) : kualitas nada yang dihasilkan dari sumber bunyi.

Elemen-elmen waktu:

  • Meter (birama, sukat) : pengelompokan nada disetiap aksennya 2/4,3/4,4/4,6/4,8/4,dll
  • Tempo : tingkat kecepatan dalam disetiap ketukan.
    • Metronome (kecepatan)

a)      lambat sekali :

ü  largo : 40-60 permenit

ü  lento : 60-66 permenit

b)      lambat:

ü  adagio : 66-76 permenit

c)       sedang :

ü  andante : 76-108 permenit

ü  moderato : 108-120 permenit

d)      cepat :

  • allegro : 120-160 permenit

e)      cepat sekali :

  • vivace : 160-184 permenit
  • presto : 184-208 permenit
    • perubahan tempo (ketukan-ketukan)
  1. accelerando : dari lambat – cepat
  2. ritarrando : dari cepat – lambat
  • ritme :
    • konsep ritme
      • aksen : tekanan atau penekanan atas sebuah nada untuk membuat nada berbunyi lebih keras.
      • Panjang-pendeknya nada : dalam nada pada rangkaian nada yang teratur.
      • Karakter dari  ritme : pola aksen dan durasi diulang-ulang itu yang membentuk karakter dari pada ritme.

Melodi : suatu rangkaian nada-nada yang terkait biasanya bervariasi dalam tinggi-rendah dan panjang-pendek nada.

  1. Ritme melodi : rangkaian melodi yang dapat menghasilkan ritme
  2. Dimensi-dimensi melodi (motif)
  • Kepanjangan
  • Keluasan
  • Gerakan melangkah
  • Gerakan melompat
  • Gerakan penggabungn keduanya
  1. Tingkat nada (register) ; tingkatan kerendahan dan ketinggian nada dari melodi.
  2. Direksi : melodi yang bergerak dalam dua arah dari tinggi-rendah nada yaitu gerakan naik dan gerakan turun.
  3. Gerakan-gerakan melodi : gerakan nada satu ke-nada yang lain
  1. Fungsi  melodi :melodi dipikirkan sebagai dasar komposisi musikal yang itu biasanya disebut dengan tema.

Harmoni : elemen musikal yang didasarkan atas penggabungn secara simultan dari nada-nada yang membentuk akord-akord.

  1. Konstruksi akord : akord trisula/konsonan (I, IV, V, dll); disonan (akord tujuh dan akord sembilan).
  2. Progresi  akord :skema yang menunjukan perubahan akord, contoh (I-IV-V-I)

Tonalitas : unsur musikal yang menciptakan sensualitas dari gaya tarik menuju pusat kunci, sebuah tangga nada yang nada yang paling kuat adlah do dalam mayor, la di minor contoh Dm, DM.

Modalitas : sebuah paket untuk sebuah tangga nada, misalnya minor, mayor, minor harmonik, minor melodik.

Politonalitas : menggunakan dua atau lebih kunci-kunci  yg dikombinasikan dalam sebuah komposisi

Multitonalitas : memindahkan secara cepat dari pusat kunci ke yang lain sehingga perasaan perkuncian dikacaukan.

Atonalitas : peniadaan yang murni dari daya perasaan perkuncian.

Mikrotonalitas : pengaburan dan ketiadaan atas rasa perkuncian dengan membagi oktaf kedalam lebih dari dua belas nada-nada yang berbeda pada umumnya.

Teksture : susunan dan hubungan yang khas antara vertikal (harmonis) dan horisontal (melodis)di dalam musik.

  1. Teksture monofonis : sebuah suara tunggal maupun melodis yang tunggal.
  2. Teksture homofonis : sebuah melodi tunggal yang diiringi oleh materi harmonis bawahan subordinat (yaitu akord-akord)
  3. Teksture poliponis : dua atau lebih untaian melodi yang kurang lebih sama pentingnya berbunyi secara serentak.
  4. Teksture nonmelodis : beberapa karya musik digubah untuk efek-efek khusus yang didalamnya bunyi-bunyi harmonis mengabur atau untuk sebagian dihilangkan isi/muatan melodis.
  5. Sonoritas : kenyaringan dan kemerduan bunyi.ditentukan oleh
  • Jumlah suara
  • Jarak nada
  • Register nada
  • Timbre
  1. Gabungan dari beberapa teksture

Dinamika : keras-lembut, pergerakan tempo/ suara

  1. Terminologi (peristilahan) : forte (keras), piano (lembut), fortissimo (sangat keras), pianissimo (sangat lembut), mezzo forte (agak keras), mezzo piano (agak lembut). Kalau perubahan bertahap (gradual) dalam dinamik adalah cresendo dan diminuendo.
  2. Nilai-nilai relatif : ditentukan oleh keras dan lirih.
  3. Intensitas dan volume : juga ditentukan oleh dua atau lebih dari sumber suara yang dibedakan keras atau lembutnya.
  4. Ekpresi : dinamikanya lebih pada mencakup nuansa-nuansa dalam tempo, pemenggalan prase, aksen, dll. Untuk cresendo meningkatkan ketegangan kalu diminuendo untuk melepaskan ketegangan.

Medium-medium musikal : sebuah bahan (subtansi) yang dengan pengantaranya suatu efek yang disebarkan. Dalam musik adalah alat penghantar/penyalur ide-ide yang tertulis dalam partitur dan realisasinya dalam bunyi musikal yang aktual.

  1. Medium dan timbre : menganalisa sumber bunyi dan dapat membedakan kualitas bunyi yang di hasilkan dari instrumen tertentu.
  2. Medium solo : solo tampa iringan.
  3. Medium gabungan (ansambel)

Medium vokal : terdiri dai solo dan ansambel.

  1. Solo vokal bentuknya bisa diiringi dan tampa iringan.
  2. Ansamble vokal : dua atau lebih suara yang digunakan
  3. Register  vokal: eman khas tingkatan suara:
  • Soprano (suara wanita register tinggi)
  • Mezzo soprano (suara wanita tengah)
  • Alto (wanita rendah)
  • Tenor (pria tinggi)
  • Bariton (pria sedang)
  • Bass (pria bawah/rendah)
  1. Kualitas suara :
  • sopran koloratur (sangat tinggi)
  • trills (suara yang digetarkan)
  • ornamen (suara hiasan-hiasan)
  • sopran dramatis dan tenor dramatis (suara lebih tebal yang mampu memperlihatkan emosi-emosi intens dalam situasi dramatis.
  • Sopran liris (untuk melodis yang manis dari keindahan nada)
  1. Teks/syair :kualitas bahasa membawa pengaruh yang berarti atas bunyi musik vokal. Sebuah nyanyian yang asli dibawakan dalam bahasa jerman akan berbeda dengan yang dibawakan dengan bahasa yang lain.

Interprestasi : perbandingan antara karya musik (pendapat) yang dijuntukan olek komponis, pemain, pendengar.

  1. Ruang gerak : pitch, durasi, intensitas, kualitas.
  2. Tempo : ritardando dan accelerando.
  3. Dinamika : keras-lemah, cresendo-discresendo.
  4. Pemengalan frase : penambahan not terakhir (interpolasi), diam (rest)

By Sukoco

Explore posts in the same categories: Etnomusikologi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: