Film Dokumenter


(tinjauan salah satu karya salah satu mahasiswa jurusan media rekam)

Antonius Sukoco

Sebelum menguraikan tinjauan salah satu karya salah satu mahasiswa jurusan media rekam yaitu karya film dokumenter, penulis mencoba mengetahui dulu pengertian, unsur-unsur, pengetahuan tentang istilah teknis persiapan produksi dan tahapan-tahapan dalam produksi film dokumenter. Seletah itu mencoba meninjau salah satu karya film dokumenter yang diambil dari mahasiswa jurusan media rekam ISI Surakarta  yang bernama firdaus As.E, semester VI dengan judul mbah Slamet seorang dalang yang mempertahankan pakem (vokabolar) dari desa sruwen, bergas kidul, dilereng gunung ungaran, usia 55 thn.

Film dokumenter adalah film yang mendokumentasikan kenyataan. Memahami film dokumenter, kita dihadapkan dua hal, yaitu sesuatu yang nyata, faktual (ada atau terjadi) dan esensial, bernilai atau memiliki makna. Suatu dokumen dapat berwujud konkret kertas dengan tulisan atau berkas-berkas tulisan (ijasah, diktat, rontal catatan). Dapat pula berupa gambar, foto dari suatu kejadian, mikro film, film atau film video. Dalam dokumenter terkandung unsur faktual dan nilai. Jadi, biarpun banyak catatan, foto atau materi lain yang berisi rekaman-rekaman peristiwa dan kejadian-kejadian nyata tidak semua materi itu memiliki nilai dokumenter. Hanya materi yang sungguh bermakna begi suatu lingkungan yang boleh disebut bernilai dokumenter, dalam hal ini, penentu kriteria materi itu bermaknan atau tidak bertolak dari pandangan lingkungan itu sendiri. Maka memberi nilai apakah suatu materi itu memiliki nilai dokumenter atau tidak, menjadi relatif.

Dalam produksi dokumenter terdapat dua unsur pokok yang kemudian dipadukan, yaitu unsur gambar/visual dan unsur suara/audio. Unsur gambar/video terdiri dari berbagai materi antara lain: rangkaian kejadian, kepustakaan, pernyataan, wawancara, foto still, dokumen, pembicaraan, layar kosong/silhouette. Uansur yang kedua merupakan unsur sound/audio, antara lain: narasi/reporter, synchronous sound, suara effect, musik-lagu, kosong-sepi.  Selain terdapat dua unsur pokok terdapat tiga istilah teknis yaitu sinopsis (cerita ringkas), treatment (implementasi dari kerangka pemikiran ataupu sinopsis), yang terakhir skenario (naskah lengkap dan rinci dari sebuah produksi cerita.

Tahapan pelaksanaan produksi biasanya pencipta film dokumenter menentukan tahapan-tahapan kerja sebagai berikut: menentukan tema yang akan diangkat yang berupa konsep dasar pembuatan; melakukan riset, baik lapangan maupun pustaka mengenai tema yang dipilih; menetapkan tesis yaitu penyusunan bahan bahan dan membuat kerangka seperti pembuatan sinopsis tetapi lebih berbentuk kerangka pemikiran; membuat treatment, didalam treatment seluruh perencanaan dan rincian setiap sekuen atau skene ditulis dengan jelas, treatment ini digunakan untuk pegangan pengambilan gambar dan mempersiapkan semua pekerjaan; pengambian gambar (shooting); Logging scrip (dibuat seleksi, mana gambar yang baik mana yang tidak); Editing scrip (merupakan langkah terakhir yang terdapat tiga langkah yaitu editing offline, editing online/final, mixing/memasukan narasi dan musik ilustrasi).

Setelah mengetahui pengertian, unsur-unsur, pengetahuan tentang istilah teknis persiapan produksi dan tahapan-tahapan dalam produksi film dokumenter. Pembahasan pertama tentang tema. Tema yang diambil saudara Firdaus As.E adalah mengangkat tema tentang profil seorang dalang yang teguh mempertahankan budaya asli yaitu masalah pakem (vokaboler) pagelaran wayang yang tidak mau mengowah-owah pakem atau tidak terakulasi oleh kebudayaan  yang lain. Dari situ saudara Firdaus As. E mendapatkan konsep yaitu profil seorang dalang yang mempertahankan pakem pagelaran wayang yang asli. Dalam konsep tersebut dapat dibahasakan lewat bahasa gambar dengan meriset terlebih dahulu lesat riset pustaka maupun lapangan (penuturan Firdaus As.E).

Dari riset tersebut, Firdaus As.E membagi filmnya menjadi lima sekuen atau scene yaitu:

1. Opening

Pembukaannya menunjukan keramaian kota dan pagelaran wayang modern yang sangat kontras dengan wayangan pakem yang berada di pedesaan. Pagelaran wayang modern tersebut dapat di identifikasi dari lampu (belencong) yang dulunya hanya menggunakan satu warna yang modern menggunakan effek warna yang lebih bervariasi. Dilihat dr situ Firdaus As.E mencoba memperlihatkan bentuk pagelaran wayang yang modern sebelum menunjukan pagelaran wayang yang menurut pakem. Seletah itu ditunjukan natural alam dengan sungai kecil untuk pengairan sawah dengan musik ilustrasi berupa tembang macapat, jago berkokok dan suara aliran sungai sebagai penandaan bahwa lokasi atau letak geografisnya berada di pedesaan.

2. Aktivitas keseharian subjek

Ditunjukan dengan pekerjaan keseharian mbah slamet seperti membuat gapit wayang, membuat wayang, mengecat wayang, bertani, dan cerita dari penuturan mbah slamet aygn direkam.

3. Konflik

Ditunjukan dari penuturan mbah Slamet yang menyatakan bahwa masuknya wayang era modern berpengaruh bagi kehidupan pak slamet yaitu biasanya wayangannya sering laku tapi sekarang jarang laku, biarpun laku wayangannnya waktunya siang hari dan bayarannya murah. Dari unsur videonya menggunakan effek slow motion dengan musik ilustrasinya menggunakan irama lambat dan lembut.

4. Motivasi

Ditunjukan juga penuturan Mba Slamet yang mengatakan akan motivasinya. biarpun Mbah Slamet jarang laku, Mbah Slamet masih mempunyai pekerjaan sambilan untuk menafkahi keluarganya. Disamping itu mbah slamet bermotivasi selalu menguri-nguri kebudayaan jawa agar lebih unggul dengan kebudayaan dari manca. Dalam skene ini ditunjukan waktu mbah Slamet pentas waktu siang hari yang kental akan pakem wayangan yang asli.

5. ending

Kembali kehidupan kesehariannya Mbah Slamet yaitu mencari kayu untuk membuat gapit dengan effek slow motion yang lebih lambat dengan irama musik yang lambat dan lebut dibanding sebelumnya.

Daftar pustaka:

Wibowo, Fred, Dasar-Dasar Produksi Program televisi, jakarta: grasindo, 1997

Explore posts in the same categories: Teknologi Media

2 Komentar pada “Film Dokumenter”

  1. Tarbiyatul banin Says:

    ADA YANG BARU KAH. HEE

    TUKER LINK YUKK
    http://tarbiyatulbanin.wordpress.com

    READ THIS TOO
    http://tarbiyatulbanin.wordpress.com/2010/01/07/199/


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: