Protes Terhadap Acara Televisi


Di tengah perdebatan perlu tidaknya mengkaji ulang RUU Penyiaran, protes terhadap acara-acara yang ditayangkan televisi juga terus bergulir tetapi pihak stasiun televisi swasta sepertinya belum ada tanda merasa peduli. Misalnya acara talk show di dua stasiun televisi swasta yang akhir-akhir ini mendapat sorotan dari sebagian masyarakat masih tetap berlanjut seolah-olah tanpa koreksi, padahal tidak hanya dua acara tersebut yang patut menjadi perhatian karena telah meresahkan kita semua.
Masih banyak tayangan-tayangan lain yang juga sangat memprihatinkan, seperti film-film dan sinetron-sinetron yang banyak mempertontonkan adegan-adegan kekerasan, keserakahan, pergaulan bebas dan tahayul. Hal ini jika dibiarkan berlarut-larut dapat memberi dampak buruk, tidak hanya pada perubahan perilaku sosial tetapi juga pada perkembangan pendidikan anak.

Beberapa film, sinetron, iklan dan klip lagu menurut kami tidak layak ditonton karena tidak mengandung unsur pendidikan bagi masyarakat bahkan mengandung unsur-unsur nega-tif. Misalnya, film-film vampire mandarin dan film cerita misteri, sinetron Tuyul dan mbak Yul, dan sinetron Jin dan Jun karena film-film dan sinetron-sinetron seperti ini banyak sekali mengandung unsur-unsur tahayul yang dapat merusak akidah terutama jika ditonton oleh anak-anak.

Sinetron Jacky dan Jalan Makin Membara terlalu menonjolkan unsur-unsur kekerasan. Sinetron Abad 21 dan Bunga Sutera sangat jauh dari gambaran budaya Indonesia, hal ini jika dipertontonkan terus menerus maka nilai-nilai yang tidak sesuai dengan budaya bangsa serta norma agama tersebut dapat merusak tatanan nilai moral agama dan bangsa yang telah dengan susah payah dipertahankan selama ini.

Iklan yang mengeksploitir perempuan dan penggunaan bahasa yang terlalu vulgar untuk produk-produk tertentu, misalnya iklan produk jamu, obat kuat, pembalut wanita, pakaian dalam. Klip lagu yang mengeksploitir dandanan, gaya dan gerakan yang tidak sesuai dengan budaya luhur yang berakar di bangsa ini. Serta beberapa tayangan yang lain yang hampir tidak ada unsur edukatifnya sama sekali.

Berdasarkan beberapa hal tersebut kami mengimbau kepada semua stasiun televisi untuk memperhatikan beberapa hal, yaitu tidak menayangkan acara-acara yang tidak sesuai dengan norma agama dan budaya bangsa. Acara-acara yang tidak layak ditonton oleh anak-anak tidak ditayangkan pada waktu yang mungkin ditonton oleh anak-anak seperti siang dan sore hari. Divisi program televisi yang menentukan acara-acara yang akan ditayangkan untuk dapat lebih meningkatkan sensitivitasnya saat menyensor acara-acara yang akan ditayangkan. Isniati, Jaktim

Source : KOMPAS

Explore posts in the same categories: Kritik Seni

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: