ALL ETNO #5: Konfrontasi Makna “Hitam Putih”


Langit hitam dihias awan putih  Kamis malam tanggal 16 Oktober 2008 lalu saat pagelaran All Etno #5 berlangsung didepan gedung Jurusan Karawitan ISI Surakarta. Cahaya rembulan yang kala itu menembus sela-sela dedaunan pohon beringin ikut menemani penonton  menikmati suguhan acara dalam All Etno #5. Desain panggung yang “hitam putih” menjadi arena bergumulnya suara-suara musik dari para pengisi acara. “Hitam putih” kain poleng juga terbalut di tubuh-tubuh pohon sekitarnya dan di tiang-tiang penyangga gedung.  Pada malam pertama All Etno #5 itu memang sangat terasa nuansa hitam dan putih yang bukan tanpa maksud.

“Hitam putih“ bukan hanya sekedar warna. Pendapat dari masing-masing orang mengenai “hitam putih” dalam All Etno #5 bisa jadi merupakan suatu persepsi ataupun pengecapan indrawi yang tak terwujud namun dapat dimaknai.

Menurut Renaldi, salah seorang penggagas konsep “hitam putih” dalam All Etno #5 bahwa konsep “hitam putih” adalah penggambaran antara aksi dan reaksi. “Hitam” melambangkan aksi dan “putih” melambangkan reaksi karena musik adalah perwujudan dari aksi dan reaksi nada – nada yang dipilih dan disusun membentuk sebuah musik” tuturnya. “Meskipun pemaknaan setiap orang bisa berbeda-beda mengenai warna hitam dan putih” tambahnya.

Jika ditinjau lebih jauh lagi “hitam putih” masih memiliki banyak makna. Menurut Suprapto, seorang pengunjung hajatan All Etno #5 yang sekaligus tercatat sebagai mahasiswa ISI Surakarta Program Studi Desain Interior semester akhir, bahwa “hitam putih” melambangkan dua hal yang berbeda, yang mana keduanya bisa saling mengisi satu sama lain.

“Hitam putih” bisa jadi adalah sebuah kolaborasi tonalitas yang terangkai dan saling melengkapi dalam sebuah karya musik ataupun sebuah aksi reaksi yang terjadi saat pertunjukan itu berlangsung, baik antar sesama pemain bahkan antara pemain dan penonton. sebagai contohnya musik hasil karya dari beberapa penampil yang disajikan  mengindikasikan bahwa pencampuran bunyi dapat menghasilkan  musik bernuansa baru. Musik yang disajikan dalam All Etno #5 memberikan makna tersendiri bagi penikmatnya yang punya bermacam pemikiran dalam menginterpretasikan sebuah pengalaman musikal yang mereka dengar pada saat itu. Bisa jadi “hitam putih” menjadi sangat sedehana saat kebanyakan orang hanya menilai bahwa sebuah pertunjukan itu baik dan tidak.

Berbagai apresiasi memang muncul dalam acara tersebut, tapi apakah “hitam putih” dalam All Etno #5 itu bisa menjadi sebuah wacana  ataukah hanya sebatas  tuntutan saja?. Musik yang hadir oleh para penonton menjadi sebuah kenikmatan yang hanya di dengar sesaat, atau apakah musik bisa mewujudkan aksi reaksi di dalam pikiran mereka?, Perlu ada sebuah pemikiran lebih dalam untuk dapat memahami sebuah musik yang hadir di dalam All Etno #5.

Konsep “hitam putih” di dalam sebuah musik yang ada di dalam pertunjukan All etno #5, kesemua berusaha menonjolkan identitas diri yang ada pada masing–masing karya komposisi musik mereka. Bagaimana itu juga telihat pada para penonton yang berusaha hanyut untuk menikmati sajian musik yang beraneka ragam dari yang mengalun lembut sampai yang penuh ekspresisf.

Keterbatasan penerimaan konsep “hitam putih” menjadi sebuah cermin dari ketidakberhasilan sebuah ide yang ingin disampaikan oleh penggarap konsep “hitam putih”. Apakah semua penonton memaknai makana hitam – putih yang ada? apakah mereka juga mempertanyakan hubungan “hitam putih” dengan pertunjukan musik yang ada? sedalam apa mereka bisa menjelaskan keterkaitan “hitam putih” dengan pertunjukan tersebut, apakah hanya sekedar warna penambah suasana dekorasi belaka atau ada tujuan lain?.

Meskipun secara tak sadar konsep “hitam putih” mampu meimbulkan berbagai macam asumsi atau bahkan memunculkan perdebatan mengenai konsep tersebut, setidaknya konsep “hitam putih” dalam All Etno #5 telah membingkai sebuah event yang mampu dinikmati oleh khalayak ramai.

Explore posts in the same categories: Hmj Etnomusikologi ISI Surakarta

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: