Amplikasi Analisa SWOT Dalam Organisasi Mahasiswa ISI Surakarta


By Sukoco

Organisasi (dalam bahasa Yunani: ργανον, organon – alat) adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama, baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara. Berdasarkan keputusan Rektor ISI Surakarta, Organisasi kemahasiswaan adalah wahana dan sarana pengembangan diri serta aspirasi mahasiswa Institut Seni Indonesia ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendikiawanan serta integritas kepribadian. Di dalam sebuah organisasi biasanya setiap awal periode kepengurusan akan dilaksanakan pembuatan rencana program kerja. Untuk itu, biasanya akan dilakukan sebuah analisis kondisi mengenai suatu organisasi tersebut dan perencanaan kerja itu bertujuan agar dapat mewujudkan visi dan misi.

Pada perkembangan dunia akademik sekarang ini, ISI Surakarta sangatlah sulit mengkondisikan mahasiswa untuk menjadi leader yang bermutu dan berdaya saing. kesulitan tersebut, kiranya dapat diatasi menggunakan analisa SWOT sebagai pijakan dalam menyusun visi dan misi. Dimana analisa tersebut dibuat berdasarkan beberapa faktor seperti kekuatan atau Strenght, kelemahan atau Weakness, peluang atau Oppurtunity, serta hambatan atau Threats yang berada di dalam dan di luar Insitutusi ini. Melihat dari situ, sehingga menghasilkan Visi dan Misi seperti dibawah ini:

Visi

Menjadi leader, aktivator dalam bidang seni dan budaya yang bermutu serta berdaya saing

Misi

  • Menumbuhkan sikap demokrasi yang membangun
  • Mewujudkan Hi-tech education system
  • Mewadahi kreatifitas dalam keilmuan maupun kekaryaan

Moto

“kalau kamu mau kamupun bisa”

  1. Kekuatan Strength (kondisi yang menguntungkan)
  • Terdapat pengurus yang setia terhadap organisasi.
  • Tersedianya berbagai jenis sarana dan prasarana yang cukup memadai.
  • Letak lokasi ISI yang cukup Strategis.
  • Memiliki suasana yang kondusif.
  • Tersedianya lokasi Hot Spot di dalam kampus.
  • Terdapat dosen-dosen yang berkompeten.
  • Jumlah mahasiswa relatif sedikit.
  • Terdapat anggota maupun pengurus yang tidak aktif dan apatis?
  • Kurangnya interaktif dan komunikatif antara Lembaga, Dosen, pengurus BEM maupun  anggota.?
  • Banyak mahasiswa yang gaptek dan kurang perduli dengan perkembangan zaman sekarang “kurang mengikuti”?
  • Fasilitas kurang dapat digunakan semaksimal mungkin?
  • Kurangnya kesadaran mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan keilmuwan?.
  • Kurangnya sosialisasi antara lembaga ke mahasiswa?.
  • Lokasi perkuliahan antar  program studi yang berjauhan?.
  • Tercukupnya dana untuk mengakomodir kegiatan mahasiswa, baik dari lembaga maupun luar lembaga
  • Adanya program dari menteri Pariwisata yaitu “ Visit to Indonesia “
  • Terdapat lulusan Insitutsi lain yang lebih berkompoten untuk menjadi leader.
  • Terdapat aksi korupsi, kolusi, nepotisme maupun sara dalam institusi.
  • Kurangnya suasana saling percaya antar pengurus maupun antar lembaga dengan mahasiswa.
  • Menurut Kernberg, seorang profesor sekaligus psikiater ternama yang sangat dipengaruhi oleh aliran psikoanalisa, suatu organisasi bisa saja mengalami kemunduran karena organisasi tersebut mempunyai “racun” di dalamnya. Racun itu bisa berbentuk gangguan kepribadian yang dialami oleh pimpinan dan kemudian menjalar ke anggota.
  1. Kelemahan Weakness (suatu kondisi yang merugikan dan ada sesuatu yang belum tersedia)
  1. Peluang/kesempatan Opportunity
  1. Ancaman/hambatan Threats “dalam proses”

Explore posts in the same categories: Organisasi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: