Buku Sepak Bola


DAFTAR ISI

  • Infor Buku……………………………………………………………………..1
  • Sambutan………………………………………………………………………2
  • Daftar Isi……………………………………………………………………….3
  • Rekor Goal Tercepat Di Dunia…………………………………………………..
  • Rekor Kartu Merah Tecepat……………………………………………………..
  • Rekor Clean Sheet Terlama……………………………………………………..
  • Pesepak Bola Tertua di Dunia……………………………………………………
  • Kiper Penjebol Gawang Lawan…………………………………………………
  • Rekor Goal Tercepat Di Liga Indonesia………………………………………..
  • Striker Terbaik Sepanjang Sejarah……………………………………………..
  • Kemenangan Terbesar dan Kekalahan Terbesar Tiap Negara…………………
  • Rekor Goal Tercepat di Final Piala FA………………………………………..
  • Fakta Menarik Tentang Piala UEFA ( Sekarang Europa League )……………
  • Nama Klub Terpanjang Di Dunia……………………………………………..

Rekor Goal Tercepat Di Dunia

Marc Burrows, pemain sepakbola amatir, memperoleh penghargaan sebagai pencetak gol tercepat di dunia dalam waktu dua setengah detik.

Penghargaan diberikan asosiasi sepakbola Inggris (FA), Selasa kepada pemain klub Cowes Sports tersebut. Ia mencetak gol saat klubnya menghadapi Eastleigh dalam pertandingan liga amatir pada 3 April lalu.
Pihak FA memberi penghargaan tersebut setelah memperoleh kepastian tentang rekor itu berdasar laporan wasit John Sorrell. “Sekarang kami dapat mengatakan gol Mark ini merupakan gol tercepat yang kami ketahui,” demikian pernyataan FA.

Burrows mengakui gol tercipta dengan pertolongan dorongan angin. Saat mengetahui angin bertiup kencang ia menendang bola langsung ke gawang lawan. “Angin sangat keras jadi saya pikir pasti akan terjadi gol. Bola melampaui penjaga gawang. Saya sangat terkejut sehingga hanya dapat tertawa sambil mengangkat tangan,” kata Burrows.

Dalam pertandingan tersebut Burrows mencetak hatrik yang membawa Cowes Sports menang 5-3.

Burrows yang pernah berlatih dengan klub Liga Premier, Portsmouth mengaku akan menghubungi Guinness Book of Records untuk memperoleh penghargaan dalam edisi berikut.

Saat ini rekor dunia gol tercepat dicatat dalam rekor dunia Guinness tercatat atas nama pemain Argentina, Ricardo Olivera. Pemain asal klub Rio Negro ini mencatat waktu 2.8 detik saat klubnya menghadapi Soriano pada 26 Desember 1998.

Sementara gol tercepat di Inggris tercatat atas nama Colin Cowperthwaite yang mencetak gol dalam waktu 3.5 detik daat Barrow menghadapi Kettering dalam liga Semipro pada 1979.

Rekor Kartu Merah Tercepat

Guiness Book of World Record wajib memperbarui catatan terbarunya terkait rekor keluarnya kartu merah tercepat dari kantong wasit.

Rekor ini tercipta di kompetisi kecil di Inggris, tepatnya di kompetisi Liga Primer Selatan, antara Chippenham Town melawan Bashley akhir pekan lalu.Dilansir dari Reuters, kartu merah yang dikeluarkan wasit terjadi pada detik ketiga.

Penyebabnya adalah tekel berbahaya yang dilakukan striker David Pratt kepada salah satu pemain Bashley.Keluarnya kartu merah ini merupakan kejadian tercepat di ajang kompetisi profesional.

Catatan tersebut memperbarui rekor yang sudah bertahan selama 18 tahun.Rekor sebelumnya tercatat atas nama Giuseppe Lorenzo, pemain Bologna di ajang kompetisi Liga Italia di tahun 1990. Ia mendapat kartu merah karena melakukan pelanggaran berbahaya kepada lawannya ketika pertandingan baru berjalan 10 detik.

Sementara di Inggris, rekor David Pratt itu memperbarui catatan yang ditorehkan kiper Sheffield Wednesday Kevin Pressman yang memperoleh kartu merah langsung karena memegang bola secara sengaja di luar kotak penalti di tahun 2000 di detik ke-13.

Namun catatan yang ditorehkan Pratt masih belum bisa mengungguli apa yang dilakukan Lee Todd di kompetisi amatir pada tahun 2000. Ia memperoleh kartu merah di detik kedua usai merespon aksi wasit meniup peluit tanda dimulainya pertandingan dengan mengatakan “xxxx me, that was loud”. Alasan dari pengusiran tersebut, dia dianggap menggunakan kata-kata yang tidak sopan.

Rekor Clean Sheet Terlama

Jika striker disebut hebat karena jumlah golnya, kriteria apa yang paling tepat untuk mencari kiper terbaik? Kalau patokannya adalah clean sheet terpanjang, maka kita sudah dapat pemenangnya.

Siapa?Namanya adalah Geraldo Pereira de Matos Filho atau kerap dipanggil Mazaropi. Mungkin tak banyak yang mengenalnya karena dia cuma meruimput di liga domestik Brasil dan tak pernah main di timnas.

Tapi apa yang ditorehkan Mazaropi sangatlah fenomenal. Saat membela CR Vasco da Gama dia pernah tak kebobolan selama 1.816 menit, dengan kata lain kiper Brasil itu mampu untuk menjaga gawangnya untuk tetap “perawan” di 20 lebih secara pertandingan berturut-turut.Raihan tersebut ditorehkan Mazaropi dalam selang 18 Mei 1977 hingga 7 September 1978.

Demikian data yang dihimpun dari International Federation of Football History & Statistics.Berada di posisi dua daftar tersebut juga kiper antah berantah bernama Thabet El-Batal. Dalam kurun 7 Maret 1975 hingga 29 Desember 1976, penjaga gawang berkebangsaan Mesir itu tak pernah kebobolan selama 1.442 menit atau 16 pertandingan. Rekor tersebut dicatatkan El Batal saat membela National SC Cairo di Liga Mesir.Adalah mantan penjaga gawang Belgia, Dany Verlinden yang duduk di posisi tiga.

Gawang Klub Brugge pernah dijaganya selama 15 pertandingan lebih, tepatnya dia sempat tidak kebobolan sepanjang 1.390 menit.Hingga posisi enam besar, Mesir ternyata menjadi negara yang paling mendominasi daftar ini. Setelah Jose Maria Buljubasich duduk di posisi empat dengan rekor 1.352 menit, negara peraih enam tropi Piala Afrika itu berturut-turut menempatkan wakilnya di posisi lima dan enam.Yang muncul di posisi lima lagi-lagi Thabet El-Batal. Dua tahun setelah rekor pertamanya dia kembali menorehkan catatan fantastis dengan menjaga gawangnya bersih dari gol selama 1.325 menit, juga bersama klub SC Cairo..

Sedangkan yang duduk di posisi enam adalah Essam El-Hadari (SC Cairo) yang tidak kebobolan sepanjang 1.288 menit.Berturut-turut hingga posisi 10 besar adalah Abel Resino Gomez (Atletico Madrid) yang pernah 1.275 menit tidak kebobolan, Gaetan Huard (FC Girondins de Bordeaux, Prancis, 1.266 menit),

Armelino Donizete Quagliano “Zetti” (SE Palmeiras Sao Paulo, Brasil 1.242 menit) dan Marios Praxitelous (Omonia Nicosia, Siprus, 1.221 menit).Sementara Petr Cech “cuma” duduk di urutan 36 dengan catatan pernah tidak kebobolan selama 1.025 menit, itu didapat di musim pertamanya bersama Chelsea tepatnya pada 12 Desember 2004 sampai 05 Maret 2005. Kiper legendaris Italia Dino Zoff menduduki urutan 78 menyusul suksesnya mengawal gawang Juventus tanpa kebobolan sepanjang 903 menit.

Rekor Clean Sheet TerpanjangNama Klub Negara Selang Waktu Rekor

1. Mazaropi CR Vasco da Gama Rio de Janeiro Brasil 18/05/1977-07/09/1978 1.816 menit

2.Thabet El-Batal National SC Cairo Mesir 07/04/1975-29/12/1976 1.442 menit

3. Dany Verlinden Club Brugge KV Belgia 03/03/1990-26/09/1990 1.390 menit

4. Jose Maria Buljubasich Universidad Catolica, Argentina 26/06/2005-30/10/2005 1.352 menit

5.Thabet El-Batal National SC Cairo Mesir 03/03/1978-16/02/1979 1.325 menit

6.Essam El-Hadari National SC Cairo Mesir 28/02/2006-21/08/2006 1.288 menit

7.Abel Resino Gomez Atletico Madrid Spanyol 25/11/1990-17/03/1991 1.275 menit

8. Gaetan Huard Bordeaux France 03/12/1992-10/04/1993 1.266 menit

9.Armelino Donizete Quagliano “Zetti” SE Palmeiras Brasil 05/04/1987-24/05/1987 1.242 menit

10.Marios Praxitelous Omonia Nicosia Siprus 25./10/1981-13/02/1982 1.221 menit

Pesepak Bola Tertua di Dunia

Kiper Derby County Kevin Poole berusia 42 tahun menjadi pemain sepakbola tertua di Inggris saat ini. Namun dia ajang sepakbola profesional Eropa masih ada yang lebih tua darinya.

Poole musim lalu memperkuat Bolton Wanderes namun usianya yang semakin bertambah belum membuat dirinya ingin pensiun. Awal musim lalu Poole akhirnya bergabung dengan klub divisi championship, Derby.

Namun, dalam catatan Guardian, Poole masih kalah tua dengan seorang kiper yang berlaga di klub divisi III Norwegia FK Toten. Kiper bernama Knut Olav Fosslien seharusnya diam di rumah sambil menemani cucunya.

Wajar saja, pasalnya Fosslien saat ini sudah berusia 56 tahun. Meski demikian, Fosslien masih mampu melakukan tugasnya dengan baik. Ia mungkin adalah pemain tertua di dunia yang masih bermain di level divisi.Kabarnya Fosslien memulai karirnya di 1962 dan dia telah melakukan 1.000 pertandingan di liga. Sedangkan untuk non liga di Inggris nama John Ryan masuk sebagai pemain yang sempat berkarir hingga usia senja.

Ryan yang kini menjabat sebagai kepala klub Doncaster Rovers ini, berhenti bermain di saat usia 52 tahun ini 11 bulan. Pertandingan terakhir sang “kakek” ini adalah saat skuadnya menang 4-2 di Hereford saat musim Conference 2003.

Kiper Penjebol Gawang Lawan

Menjebol gawang lawan tentu saja bukan hak prerogatif striker. Kiper pun bisa melakukannya. Di Premier League, meski belum banyak, tapi ada tukang jaga gawang yang bisa pula menjebol gawang tim lawan.Kiper pertama yang berhasil melakukannya adalah Peter Schmeichel.

Mencetak gol sesungguhnya bukan hal yang mengejutkan buat kiper legendaris Manchester United ini karena sepanjang karirnya dia mampu membukukan 10 gol.

Khusus di Liga Inggris dia cuma membukukan satu gol, itu pun tidak bersama “Setan Merah”. The Great Dane melakukannya bersama Aston Villa di musim 2001/02.

Sayang, sumbangan satu golnya tetap tak mampu menyelamatkan Villa dari kekalahan 2-3 atas Everton.

Nasib Schmeichel setali tiga uang dengan Brad Friedel.

Meski mencetak satu gol ke gawang Charlton Athletic pada 21 Februari 2004, dia tetap tak bisa menghindarkan klubnya, Blackburn Rovers dari kekalahan 2-3.Kiper terakhir yang bisa mencatatkan namanya di papan skor adalah Paul Robinson. Aksi Robinson menjebol gawang Watford pada 17 Maret 2007 berakhir dengan kemenangan Tottenham Hotspur 3-1.

Jika umumnya kiper mencetak gol dari screeming bola mati di menit-menit akhir atau via tendangan penalti, Robinson melakukannya lewat eksekusi tendangan bebas.

Uniknya, free kick-nya tersebut tidak di daerah berbahaya tim lawan, melainkan dari areal permainan sendiri. Dari jarak 88 meter, bola tembakan Robinson melayang jauh, memantul di kotak penalti Watford dan kiper Ben Foster melakukan blunder untuk mengantisipasi.

Bola pun masuk gawang.

Gol itu kemudian tercatat sebagai gol terjauh dalam sejarah Premier League

Rekor Goal Tercepat Di Liga Indonesia

Striker Prince Kabir Bello menjadi bintang pada pada pertandingan Persitara kontra PSM Makassar di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Februari 2009. Selain mencetak dua gol, striker asal Nigeria itu juga berhasil mematahkan gol tercepat pada Liga Super Indonesia (LSI) dan Copa Indonesia 2008/2009.

Striker Prince Kabir Bello menjadi bintang pada pada pertandingan Persitara kontra PSM Makassar di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Februari 2009. Selain mencetak dua gol, striker asal Nigeria itu juga berhasil mematahkan gol tercepat pada Liga Super Indonesia (LSI) dan Copa Indonesia 2008/2009.

Dua gol Bello dicetak pada detik ke-21 dan menit ke-24. Gol pertama menjadi gol tercepat mematahkan rekor yang dicetak oleh striker Persib Bandung, Hilton Moreira saat berhadapan dengan Persela Lamongan di putaran pertama lalu. Gol Hilton terjadi saat pertandingan berjalan 1 menit.

Sedangkan di Copa, gol tercepat sebelumnya dicetak oleh striker Persik, Yongky Ariwibowo. Saat berhadapan dengan Persekabpas di leg kedua babak 32 besar, Yongki mencetak gol di detik ke-32.

Bello yang ditemui usai pertandingan mengatakan belum puas dengan hasil yang dicatatnya hari ini. Meski berhasil mencetak gol tercepat di pentas LSI 2008/2009, Bello lebih berharap bisa mencetak hattrick pada pertandingan ini.

“Harusnya saya bisa mencetak tiga gol pada pertandingan ini. Sayang, saya gagal menambah gol di babak kedua,” kata Bello.

Setelah mencetak dua gol di babak pertama, Bello sebenarnya punya kesempatan untuk mencetak hattrick di babak kedua. Setidaknya ada dua peluang yang didapat mantan striker Sepahang FC itu. Masing-masing di menit ke 60 dan 70′.

Di menit ke-60′ Bello berhasil mendapatkan bola liar di depan gawang PSM. Sayang tendangannya masih mampu ditepis kiper PSM, Samsidar. Sedangkan di menit ke-70, Bello nyaris mencetak gol cantik lewat tendangan salto. Namun kali ini bola masih membentur mistar gawang PSM. Persitara akhirnya menang 3-0. Satu gol lainnya dicetak oleh Rahmat Rivai.

“Penampilan saya belum maksimal. Sebab, saya sempat tidak turun saat berhadapan dengan Deltras. Mungkin di pertandingan kedepan saya akan berusaha untuk mencetak hattrick,” tandas Bello.

Bello tampil bersama Persitara sejak putaran kedua. Dari lima kali pertandingan di LSI 2008/2009 dan Copa Indonesia 2008/2009, Bello sudah mengoleksi enam gol. Tiga di liga dan tiga lainnya di Copa.

Biodata
Nama : Kabir Prince Bello
Lahir : 21 Juli 1983
Asal : Nigeria
Tinggi : 1.83 m
Posisi : Striker

Striker Terbaik Sepanjang Sejarah
daftar 12 striker terbaik sepanjang masa, berdasarkan delapan kriteria sebagai berikut:

1. Harus striker murni.
2. Kontribusi pemain terhadap prestasi negaranya.
3. Kontribusi pemain terhadap prestasi klubnya.
4. Kuantitas maupun kualitas gol, baik untuk klub maupun timnas.
5. Pemain yang masih aktif maupun yang sudah pensiun.
6. Nilai tambah bagi pemain yang kemudian sukses menjadi pelatih.
7. ‘Warisan’ yang ditinggalkan usai karirnya.
8. Sikapnya di lapangan dalam hal kepemimpinan, konsistensi, skill, dan penampilan dalam laga-laga besar.

Sebelum terjadi perselisihan, perlu diterangkan bahwa kriteria pertama di atas menjadi pertimbangan yang sangat penting. Seorang striker murni berbeda dengan istilah man-in-the-hole, posisi gelandang sayap (winger) maupun penyerang (attacker) yang belum tentu seorang goal getter. Dengan demikian, tidak mungkin pemain seperti Cristiano Ronaldo masuk dalam daftar ini. Diego Maradona juga tercoret dari daftar ini karena lebih sering ditempatkan sebagai gelandang daripada di lini depan.

Secara umum, seorang striker layak disebut ‘hebat’ karena menjadi pahlawan nasional atau legenda klub. Kami memilih 12, karena jarak dari titik putih ke gawang harus ditempuh melalui 12 langkah pas. Apakah pemain-pemain ini masuk dalam daftar Sepuluh Striker Terbaik versi Anda sendiri?

12. Gabriel (Omar) Batistuta

Ia menolak pindah ke klub lain meskipun Fiorentina degradasi ke Serie B Italia pada musim 1992/93. Namun pada tahun berikutnya, striker Argentina yang kerap disapa Batigol ini membawa klubnya kembali ke Serie A. Dari Newell’s Old Boys hingga gantung sepatu di Al Arabi, Batigol mengemaskan total 254 gol dari 441 kali main. Setelah sembilan musim bersama Fiorentina, ia dijual ke AS Roma dan menjadi sumber inspirasi utama Giallorossi untuk meraih scudetto ketiga dalam sejarahnya.

11. Thierry Henry

Kala membela Arsenal, Henry menjadi topskor Liga Primer Inggris sebanyak empat kali (2002, 2004, 2005 dan 2006) dan menjadi pemain tersubur The Gunners dengan 226 gol dari semua kompetisi. Ia juga meraih dua gelar penting bersama timnas Prancis, yakni Piala Dunia 1998 dan Euro 2000.

10. Roberto Baggio

Sayangnya, Baggio lebih diingat dengan kegagalannya mengeksekusi tendangan dari titik putih sehingga Italia kalah adu penalti melawan Brasil di final Piala Dunia 1994. Tapi, tanpa penampilan Baggio yang gemilang sepanjang turnamen itu, Azzurri tak mungkin mencapai final. Ia menjadi anak emas sepakbola Italia sejak bergabung dengan Fiorentina pada 1985, sebelum rekor transfernya ke Juventus menjelang Piala Dunia 1990. Dikenal dengan sebutan “The Divine Ponytail” karena rambut kuncir dan ketaatannya menjalankan agama Budha, Baggio meraih scudetto dua kali – bersama Juventus pada 1994/95, dan AC Milan pada musim berikutnya. Pemain Terbaik Dunia versi FIFA pada 1993 pun menjadi miliknya.

9. Alessandro Del Piero

Juventus forever, per sempre, selamanya! Itulah si Pinturicchio yang sudah lima kali scudetto bersama Bianconeri dan menjadi ikon klubnya dengan 500 penampilan lebih. Sama halnya dengan Batigol, ia pun menolak keluar dari klubnya yang degradasi pada 2006 akibat kasus Calciopoli. Titel U-21 Eropa pada 1994 dan 1996 disandangnya, ditambah lagi gelar juara Piala Dunia 2006. Loyalitasnya adalah emas!

8. Marco van Basten

Torehan 218 gol dari 280 penampilan bersama Ajax dan AC Milan bukan prestasi yang mudah diraih. Ia juga mengoleksi hat-trick gelar pada 1992 – Pemain Terbaik Dunia versi FIFA, Pemain Terbaik Eropa, dan Pemain Terbaik Dunia. Marco van Basten menjadi pemain yang sukses mengikuti jejak Johan Cruyff, sekaligus memimpin Belanda juara Eropa untuk pertama kalinya pada 1988. Bersama AC Milan, ia meraih Piala Eropa pada 1989 dan 1990. Sayangnya, cedera pergelangan kaki memaksanya pensiun lebih dini. Meski demikian, Van Basten tetap berkiprah dalam dunia sepakbola. Ia melatih timnas Belanda pada 2004-2008 dan kini mengasuh Ajax.

7. Ronaldo (Ronaldo Luiz Nazario da Lima)

Sang fenomena ini sudah dua kali meraih hat-trick gelar Pemain Terbaik FIFA, Eropa dan Dunia. Nama Ronaldo mulai bangkit ketika melesatkan 58 gol dalam 60 pertandingan di awal karirnya bersama Cruzeiro pada 1993. Setelah dua musim yang gemilang bersama PSV Eindhoven, ia bergabung dengan Barcelona pada 1996 dan membukukan 34 gol dalam 37 laga untuk menjadi topskor. Bersama Inter Milan, Ronaldo ‘mengejek’ gaya pertahanan klub Italia lainnya. Alhasil, 25 gol dikemasnya, sekaligus membawa Inter juara Piala UEFA – semuanya dalam musim pertamanya. Ia juga meraih topskor pada dua musim pertamanya bersama Real Madrid. Duka kekalahan 3-0 dari Prancis pada final Piala Dunia 1998 terhapus, ketika Ronaldo pulih dari cedera dan membawa Brasil juara Piala Dunia berikutnya. Ia menjadi topskor dengan delapan gol, dan dua di antaranya dicetak pada final melawan Jerman.

6. Bobby Charlton (Sir Robert Charlton)

Inilah salah satu pemain terbaik Inggris sepanjang masa. Bobby Charlton meraih 106 caps dan 49 gol bersama timnas Inggris. Sebagai bagian dari “Busby Babes” yang selamat dari tragedi Munich 1958, Charlton sepuluh tahun kemudian membawa Manchester United menjadi klub pertama Inggris yang juara Piala Eropa. Charlton juga membantu tuan rumah Inggris meraih Piala Dunia 1966. Perlawanan Charlton kontra Eusebio di semi-final melawan Portugal dikenang sebagai pertandingan terbaik Inggris sepanjang masa.

5. Alfredo Di Stefano (Alfredo Di Stefano Laulhe)

Ketika membela Real Madrid, Di Stefano mengoleksi delapan titel Liga Spanyol dan memenangkan lima edisi pertama Piala Eropa. Ia juga melesatkan gol dalam setiap pertandingan final. Kepemimpinannya di lapangan ditambah skill menakjubkan membuat Di Stefano menjadi faktor utama Real Madrid mendominasi Eropa pada akhir 1950-an. Namun, Di Stefano gagal di tingkat internasional. Ia pernah memperkuat timnas Argentina, Kolombia dan Spanyol, tapi tak satupun gelar Piala Dunia direbut. Ia akan selalu dikenang ketika menciptakan hat-tricknya saat Real Madrid membantai Eintracht Frankfurt 7-4 untuk mengangkat trofi Piala Eropa kelima kalinya beruntun.

4. Ferenc Puskas

Inilah striker yang kualitasnya akan sulit ditemui lagi di Hongaria. Bersama timnas, ia mencatat rekor 84 gol dari 85 caps. Tubuhnya pendek, dadanya rata, tapi kekuatannya terletak pada kaki kirinya yang mampu melepaskan tembakan secepat kilat. Setelah meraih medali emas Olimpiade 1952 sekaligus mengakhiri dominasi Inggris di Eropa, timnas Hongaria menjadi favorit juara Piala Dunia 1954. Tim berjuluk “Mighty Magyars” melesakkan 17 gol dalam babak grup sebelum menyingkirkan Brasil dan Uruguay. Meskipun cedera berat, Puskas memaksakan dirinya tampil di final, bahkan mencetak gol sebelum kalah secara menyakitkan oleh Jerman Barat.

3. Eusebio (Eusebio da Silva Ferreira)

Pemenang Sepatu Emas di Piala Dunia 1966 ini mencetak sembilan gol buat Portugal sebelum tersingkir di semi-final oleh tuan rumah Inggris, yang kemudian keluar sebagai juara. Eusebio menjadi pemain Afrika pertama (kelahiran Mozambique) sehingga dikenal sebagai “Pele versi Eropa” – dan hingga kini masih dinobatkan sebagai pemain terbaik Portugal sepanjang masa. Dari Benfica hingga Sporting Lisbon, nama Eusebio bersinar di usia 19, ketika mencetak hat-trick ke gawang Santos (yang kala itu diperkuat Pele) pada Turnamen Paris 1961. Eusebio menjadi topskor Liga Portugal tujuh kali dan meraih Pemain Terbaik Eropa pada 1965. Dua golnya ke gawang Real Madrid membantu Benfica meraih Piala Eropa untuk kedua kalinya pada 1962. Sayangnya, ia cedera lutut dan terpaksa gantung sepatu pada umur 32 tahun. Ia menorehkan 41 gol dari 64 caps internasional.

2. Johan Cruyff

Inilah master of total football. Kapten Cruyff memimpin Belanda di Piala Dunia 1974, dengan mencetak dua gol baik ke gawang Argentina maupun Brasil, sebelum dikalahkan Franz Beckenbauer dan Jerman Barat di partai puncak. Johan Cruyff merupakan nama paling terkenal dalam sejarah sepakbola Belanda. Ia menjadi pemeran utama dalam dominasi Ajax di kancah Eropa pada era 1970-an. Ia mendominasi Belanda dengan delapan titel domestik bersama Ajax ditambah satu lagi di Feyenoord. Tiga gelar Piala Eropa berturut-turut diraih pada 1970 hingga 1973 sebelum hijrah ke Barcelona. Ia pensiun menjelang Piala Dunia 1978, dan selanjutnya sukses melatih dua bekas klubnya.

1. Pele (Edson Arantes do Nascimento)

Pada usia 17 tahun, Pele (foto) memborong enam gol di Piala Dunia 1958, dan menjadi sumber inspirasi Brasil meraih titel pertamanya. Karirnya penuh dengan prestasi, di dalam maupun luar lapangan, dan saat ini menjadi duta besar sepakbola. Angka-angkanya: 470 gol dalam 412 penampilan bersama Santos, dan 77 gol dari 92 caps di timnas Brasil. Tiga kali juara Piala Dunia, sepuluh titel Campeonato Paulista, dua Copa Libertadores.

Kemenangan Terbesar dan Kekalahan Terbesar Tiap Negara

Setiap Negara pasti pernah menang dan kalah dalam suatu pertandingan…. di sini , kita akan membahas mengenai kemenangan dan kekalahan terbesar…. berikut diantaranya :

1. Spanyol
Kemenangan Terbesar : 13-0 ( Spanyol Vs Bulgaria , Madrid , Spanyol; 21 Mei 1933 )
Kekalahan Terbesar : 7-1 ( Inggris Vs Spanyol London , Inggris; 9 Desember 1931 )

2. Turki
Kemenangan Terbesar : 7-0 ( Turki VS Korea Selatan , Jenewa, Swiss; 20 Juni 1954 )
Kekalahan Terbesar : 8-0 ( Inggris VS Turki , ( London , Inggris; 14 Oktober 1987 )

3. Indonesia
Kemenangan Terbesar : 13-1 ( Indonesia VS Filiphina , Jakarta , Indonesia; 23 Desember 2002 )
Kekalahan Terbesar : 9-0 ( Denmark VS Indonesia , Kopenhagen, Denmark; 3 September 1974 )

4. Argentina
Kemenangan Terbesar : 12-0 ( Argentina VS Ekuador , Montevideo , Uruguay; 22 Januari 1942 )
Kekalahan Terbesar : 6-1 ( Bolivia VS Argentina , La Paz , Bolivia; 1 April 2009 )

5. Afrika Selatan
Kemenangan Terbesar : 8-0 ( Afrika Selatan VS Australia , Adelaide , Australia; 17 September 1955 )
Kekalahan Terbesar : 5-1 ( Australia VS Afrika Selatan , Newcastle , Australia; 7 Juni 1947 )

6. Amerika Serikat
Kemenangan Terbesar : 8-1 ( Amerika Serikat VS Kepulauan Cayman , Mission Viejo , Amerika Serikat; 14 November 1993 )
Kekalahan Terbesar : 10-0 ( Amerika Serikat VS Inggris , New York , Amerika Serikat; 27 Mei 1964 )

7. Andorra
Kemenangan Terbesar : 2-0 ( Andorra VS Albania , Andorra la Vella , Andorra; 17 April 2002 )
Kekalahan Terbesar : 8-1 ( Ceko VS Andorra , Liberec , Ceko; 4 Juni 2005 )

8. Arab Saudi
Kemenangan Terbesar : 24-0 ( Arab Saudi VS Makau , Taif , Arab Saudi; 14 Mei 1993 )
Kekalahan Terbesar : 8-0 ( Jerman VS Arab Saudi , Piala Dunia FIFA 2002 Jepang; 1 Juni 2002 )

9. Italia
Kemenangan Terbesar : 9-0 ( Italia Vs Amerika Serikat , Brentford, Inggris; 2 Agustus 1948 )
Kekalahan Terbesar : 7-1 ( Hongaria Vs Italia , Budapest , Hongaria; 6 April 1924 )

10. San Marino
Kemenangan Terbesar : 1-0 ( San Marino VS Liechtenstein , Serravalle , San Marino; 28 April 2004 )
Kekalahan Terbesar : 13-0 ( Jerman VS San Marino , Serravalle , San Marino; 6 September, 2006 )

11. Timor Leste
Kemenangan Terbesar : 3-1 ( Kepulauan Cook Vs Timor Leste , Avarua , Kepulauan Cook; 2 Mei 2008 )
Kekalahan Terbesar : 8-0 ( Thailand VS Timor Leste , Kuala Lumpur , Malaysia; 12 Desember 2004 )

12. Palau
Kemenangan Terbesar : 7-1 ( Palau VS Pohnpei , Koror , Palau , Juli 1998 )
Kekalahan Terbesar : 15-2 ( Guam VS Palau , Koror , Palau , 1 Agustus 1998 )

13. Brazil
Kemenangan Terbesar : 10-1 ( Brazil VS Bolivia , São Paulo , Brasil; 10 April 1949 )
Kekalahan Terbesar : 6-0 ( Uruguay VS Brazil , Viña del Mar , Chile; 18 September 1920 )

14. Luksemburg
Kemenangan Terbesar : 6-0 ( Luksemburg VS Afganistan , London , Britania Raya; 26 Juli 1948 )
Kekalahan Terbesar : 9-0 ( Inggris VS Luksemburg , Kota Luksemburg , Luksemburg; 19 Oktober 1960 )

15. Kepulauan Faroe
Kemenangan Terbesar : 7-1 ( Tidak Resmi ) , Resmi = 3-0 ( Kepulauan Faroe VS San Marino , Toftir , Kepulauan Faroe; 25 Mei 1995 )
Kekalahan Terbesar : 8-1 ( Yugoslavia VS Kepulauan Faroe , Toftir , Kepulauan Faroe; 6 Oktober 1996 )

16. Selandia Baru
Kemenangan Terbesar : 13-0 ( Selandia Baru VS Fiji , Auckland, Selandia Baru; 16 Agustus 1981 )
Kekalahan Terbesar : 10-0 ( Australia VS Selandia Baru , Wellington , Selandia Baru; 11 Juli 1936 )

17. Thailand
Kemenangan Terbesar : 10-0 ( Thailand Vs Brunei Darussalam , Bangkok , Thailand; 24 Mei 1971 )
Kekalahan Terbesar : 9-0 ( Britania Raya Vs Thailand , Melbourne , Australia; 26 November 1956 )

Rekor Goal Tercepat di Final Piala FA

Sebuah rekor baru tercipta dalam laga final Piala FA 2008/2009. Pemain Everton asal Prancis, Louis Saha, mencetak gol tercepat dalam sejarah partai final turnamen tertua di dunia tersebut.

Sebuah rekor baru tercipta dalam laga final Piala FA 2008/2009. Pemain Everton asal Prancis, Louis Saha, mencetak gol tercepat dalam sejarah partai final turnamen tertua di dunia tersebut.

Rekor itu tercipta di Stadion Wembley, Sabtu (30/5/2009), saat Everton berduel melawan Chelsea. Saha membuatnya di detik ke-25, setelah menyambar bola liar di kotak penalti tim lawannya.

Mantan pemain Chelsea Roberto di Matteo adalah pemegang rekor sebelumnya khusus di Wembley, ketika mencetak gol di detik ke-42 dalam kemenangan 2-0 timnya atas Middlesbrough di tahun 1997.

Bob Chatt dari Aston Villa mengukir gol tercepat sebelum final turnamen ditradisikan di Wembley mulai 1923. Dalam laga 1895 melawan West Bromwich Albion di stadion Crystal Palace, London, Chatt mendulang gol di detik ke-30.

Tentang Saha, ini adalah kali pertama ia bermain di babak final Piala FA. Ia tercatat sebagai pemain Newcastle United di tahun 1999, saat tim tersebut masuk final 1999, namun tidak dilibatkan di laga tersebut.

Penyerang Prancis itu juga tidak bisa main ketika tim dia yang lain, Manchester United, memenangi final tahun 2004 atas Millwall. Lebih sial lagi, Saha absen karena cedera sewaktu MU tampil pula di final 2005 dan 2007.

Dan, terlepas dari rekor yang dibuatnya malam ini, pemain berusia 30 tahun itu tetap saja gagal mengangkat piala turnamen yang sudah dimulai sejak 1872 itu, karena Everton harus mengakui keunggulan Chelsea, yang mengalahkannya dengan skor 2-1.

Fakta Menarik Tentang Piala UEFA ( Sekarang Europa League )

Berakhir sudah perjalanan panjang Piala UEFA. Setelah 38 tahun, kompetisi antarklub ”kelas dua” di Eropa itu bakal berganti nama dan format menjadi Europa League. Meski telah berakhir, banyak cerita dan momen istimewa mewarnai perhelatan Piala UEFA dari masa ke masa. Berikut di antaranya:

Berakhir sudah perjalanan panjang Piala UEFA. Setelah 38 tahun, kompetisi antarklub ”kelas dua” di Eropa itu bakal berganti nama dan format menjadi Europa League. Meski telah berakhir, banyak cerita dan momen istimewa mewarnai perhelatan Piala UEFA dari masa ke masa. Berikut di antaranya:

– Laga paling dramatis terjadi pada 26 September 1989 saat Royal Antwerp (Belgia) melawan PFC Levski Sofia (Bulgari). Laga pertama di Sofia berakhir 0-0. Di laga kedua, tuan rumah Antwerp masih tertinggal 1-3 ketika pertandingan menyisakan lima menit. Tapi, Antwerp berhasil mencetak tiga gol untuk membalik keadaan menjadi 4-3.

– Bek Inter Milan Giuseppe Bergomi menjadi pemain yang paling banyak tampil di Piala UEFA (96 kali). Bergomi tiga kali meraih gelar Piala UEFa.

– Dua klub Luxemburg mencatat rekor terburuk di Piala UEFA. Red Boys Differdange mencatat rekor kekalahan terbesar saat dilibas Ajax Amterdam dengan skor 0-14 pada musim 1984/1985. Sedangkan US Rumelange mencatat rekor kalah dengan agregat 0-21 dari Feyenoord (0-9 dan 0-12) padamusim 1972/1973

– Striker Borussia Moenchengladbach Jupp Heynckes dan Dino Baggio (Juventus) mencetak lima gol di final Piala UEFA.

– Italia menjadi negara yang klubnya paling sering juara Piala UEFA (sembilan kali). Mereka adalah Inter Milan (1991, 1994, 1998), Juventus (1977, 1990, 1993), Parma (1995, 1999), dan Napoli (1989).

– Juergen Klinsmann dua kali tampil di final Piala UEFA dengan tim berbeda. Yaitu VfB Stuttgart dan Bayern Munchen. Klinsmann adalah top scorer sepanjang masa Piala UEFA dalam satu musim dengan koleksi 15 gol.

– Henrik Larsson menjadi pencetak gol terbanyak di Piala UEFA sepanjang masa (37 gol). Rekor itu diukir lewat tiga tim, yakni Feyenoord, Celtic, dan Helsingborg. Namun, belum sekalipun Larsson merasakan juara.

– Tujuh edisi final Piala UEFA mempertemukan dua tim dari satu negara. Yakni Tottenham v Wolverhampton (Inggris) pada 1972, Eintracht Frankfurt v Moenchengladbach (Jerman Barat) pada 1980, Juventus v Fiorentina (Italia) pada 1990, Inter Milan v AS Roma (Italia) pada 1991, Parma v Juventus (Italia) pda 1995, Inter Milan v Lazio (Italia) pada 1998, dan Sevilla v Espanyol (Spanyol) pada 2007.

– Tak satupun klub Prancis yang pernah menjuarai Piala UEFA. Tiga tim Prancis pernah menembus babak final, tapi semuanya kalah. Mereka adalah Bastia (1978), Bordeaux (1996), dan Marseille (1999 dan 2004).

Nama Klub Terpanjang Di Dunia

Sebuah klub Sepakbola Bangkok University bernama Samosorn Maha Vittiyalai Krungthep Mahanakorn Boworn Rattanakosin Mahintara Yutthaya Mahadilok Phop Noparat Rajathani Burirom Udom Rajaniwet Mahasatharn Amorn Phimarn Avatarn Sathit Sakkatattiya Vishnukarm Prasit.

Klub tersebut memiliki 189 karakter dan mungkin sulit bagi kita unutuk mengingatnya. Namun bukan klub tersebut yang punya nama cukup panjang di dunia.

Masih dari Thailand sebuah klub Pro Liga di kota Bangkok, Bangkok Bravo.Namun dalam bahasa aslinya nama klub tersebut adalah Krung Thep Mahanakhon Amon Rattanakosin Mahinthara Ayuthaya Mahadilok Phop Noppharat Ratchathani Burirom Udomratchaniwet Mahasathan Amon Piman Awatan Sathit Sakkathattiya Witsanukam Prasit Bravo Association Football Club.

Wuihhh…, siapa yang mampu mengalahkan panjang nama klub sepakbola ini?

Explore posts in the same categories: Buku-buku

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: