Eksekusi Amrozi CS, Dilihat dari aspek Seni dan Budaya


By Sukoco
Keadilan yang telah dinanti  sekitar enam tahun untuk kematian sekitar 202 orang warga, baik warga negara Indonesia maupun warga Negara Asing di tangan para teroris di Bali 12 Oktober 2002 lalu yang sudah  terbayar. Eksekusi mati terhadap Amrozi CS, menyedot perhatian dunia internasional termasuk Amnesti Internasional.  Kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional yang bermarkas di London, Inggris, itu berharap eksekusi tersebut menjadi hukuman mati yang terakhir bagi Indonesia.
Hukuman mati terhadap tiga pelaku bom Bali,  Imam Samudra,  Ali Ghufron alias Mukhlas dan Amrozi  yang dilakukan Sabtu malam di Nusakambangan mendapat liputan luas media-media transnasional. Kantor berita DPA mengatakan, tak satupun pelaku bom Bali tersebut yang menunjukkan penyesalan atas serangan-serangan yang menewaskan 202 orang dan justru memperingatkan akan adanya pembalasan dari kelompok garis keras Islam lainnya jika mereka dieksekusi.
Eksekusi amrozi CS mmbawa pengaruh yang besar, tidak hanya berpengaruh terhadap budaya tetapi juga terhadap seni. Suatu kebiasaan yang mendewa-dewakan kepahlawanan dalam suatu kelompoknya ataupun komunitas tertentu masih sangat kental sekali di kalangan bangsa indonesia. Terlihat dari eksekusi Amrozi Cs para pengikutnya menganggap bahwa Amrozi Cs adalah seorang pahlawan mereka yang berani mati demi jihad menurut mereka. Kalau amrozi telah menjadi pahlawan bagi mereka pasti mereka akan mengikuti jalan hidupnya, untuk itu di Indonesia memang benar kalau Amrozi Cs harus dihukum mati tetapi apakah dampak yang akan terjadi pada pra maupun pasca eksekusi Amrozi CS. Dibawah ini mari kita lihat kejadian-kejadian yang saya ambil di internet pada pra maupun pasca eksekusi Amrosi CS:
• Di desa Tenggulun, di mana jenazah Amrozi dan Mukhlas dimakamkan disambut ratusan pendukung kelompok garis keras yang meneriakkan “Allahu Akbar” dengan membawa poster-poster yang memuji mereka sebagai “pahlawan”. Kejadian yang sama juga terlihat di kediaman Imam Samudra di Serang, Jawa Barat. Poster besar “Selamat Datang Martir” dipasang di jalan menuju desanya.
• Menjelang eksekusi Amrozi cs di awal bulan November ini, beredar isu teror bom melalui pesan singkat. Target serangan bom adalah mal-mal besar, kantor-kantor kedubes negara-negara Barat, restoran-restorna a la Barat, dan kemungkinan rumah-rumah ibadah. Namun tampaknya sms teror tersebut tidak mempengaruhi aktivitas sehari-hari mal-mal di Jakarta. Selain jumlah pengunjungnya tetap normal, pengamanan juga tidak ditingkatkan secara signifikan. Meski mengaku makin waspada, namun jumlah personel maupun jenis pengamanan tetap seperti hari biasa. Hal itu setidaknya terlihat dari pantauan detikcom di Plasa Senayan dan Plasa Semanggi.
• Menurut laporan DPA, Indonesia kini dalam waspada tinggi, sejumlah polisi tambahan dikirimkan ke kedutaan-kedutaan, tempat-tempat perbelanjaan dan perkantoran. Sementara AFP melaporkan dari desa Tenggulun, tempat tinggal kakak beradik Amrozi dan Mukhlas, eksekusi terhadap mereka memicu bentrokan antara polisi dan para pendukung ketiga terhukum mati yang diliputi emosi
• Ratusan pendukung bentrok dengan polisi saat jenazah Mukhlas dan Amrozi, yang disebut sebagai pembunuh yang banyak semyum tiba dengan helikopter ke desa mereka, Tenggulun di Jawa Timur. Bentrokan pecah dan polisi meninggalkan jalan saat mereka meneriakkan “jihad” dan“keluar”.
• Para wartawan Barat di kedua desa dikata-katai sebagai “kafir”. Tetapi sebagian besar rakyat Indonesia yang Muslim hanya mempunyai sedikit simpati kepada mereka itu. Kantor berita ini juga mencatat diperketatnya keamanan di sekitar daerah-daerah sensitif seperti kedutaan-kedutaan, tempat-tempat tujuan wisata, perbelanjaan, dan pelabuhan-pelabuhan.
• Di Bali sendiri, yang mayoritas penduduknya memeluk Hindu, dikerahkan 3.500 polisi di jalan-jalan untuk memperkuat keamanan. Australia menyerukan warganya mempertimbangkan kembali untuk berkunjung ke Indonesia dan AS yang kehilangan tujuh warganya dalam serangan tersebut, mengingatkan warga Amerika untuk bersikap rendah-hati dan menghindari demonstrasi-demonstrasi.
• Pasca eksekusi terhadap terpidana mati Bom Bali I, Amrozi Cs, pemerintah Indonesia semakin menggencarkan razia teroris di sejumlah daerah. Pusat mobilitas masyarakat seperti terminal bus, pelabuhan dan bandar udara, menjadi sasaran utama dalam razia kali ini.
• Akhir-akhir ini di sejumlah terminal, pelabuhan maupun bandar udara di Indonesia, kerap terlihat petugas yang melakukan razia teroris. Di Denpasar Bali misalnya, razia petugas gabungan digelar di terminal bus Ubung. Para petugas memeriksa setiap penumpang yang datang dari daerah lain. Setiap barang bawaan penumpang digeledah petugas kepolisian, sementara petugas keamanan sipil melakukan pemeriksaan terhadap Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sejumlah tentara dari aparat TNI (Tentara Nasional Indonesia), juga tampak berjaga-jaga dengan senjata serbu otomatis.Dalam razia ini, polisi sempat menginterogasi seorang penumpang karena gerak-geriknya mencurigakan. Disamping itu, wajah pria yang membawa identitas atas nama Beni Wahono ini juga mirip dengan Dul Matin, salah satu buronan teroris bom bali. Namun akhirnya polisi melepaskan pria ini setelah diperiksa dan dicatat. Selain di terminal bus Ubung, polisi dan prajurit TNI juga melakukan razia teroris di bandar udara internasional Ngurah Rai Bali, serta pelabuhan Gilimanuk dan Padang Bai Bali.
• Eksekusi Amrozi Cs Pulihkan Pariwisata Bali, Pelaksanaan eksekusi terhadap tiga terpidana mati Bom Bali I, Amrozi, Muklas, dan Imam Samudra akan memulihkan sekaligus memberikan citra positif bagi pariwisata Bali ke depan.
• Pasa eksekusi Amrozi CS, pariwisata indonesia masih normal, Eksekusi itu tidak mempengaruhi pariwisata, mudah-mudahan kita semua mengerti inilah proses hukum, dan sudah berjalan dengan baik,” kata Jero Wacik. Berdasarkan data Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Indonesia tahun 2008 dibanding pada tahun 2007 periode Januari hingga – meningkat 12,73 persen. Jumlah wisman pada periode Januari – Agustus 2007, mencapai 3.610.049 wisatawan, bertambah menjadi 4.069.474 orang 2008. Pasar wisata terbesar untuk Indonesia masih diduduki Singapura dengan 638.834 wisatawan, disusul Malaysia mencapai 441.523 wisatawan.
• Nusa Bali,(APIndonesia.Com).Detik-detik menjelang pelaksanaan eksekusi terhadap terpidana mati Bom Bali I Amrozy Cs, polisi mulai Memperketat penjagaan dan pengamanan diberbagai titik vital menuju Bali. Selain Pelabuhan Gilimanuk, Padang Bai serta Bandara, Juga diperketat beberapa pelabuhan-pelabuhan rakyat yang menghubungkan kota luar menuju Pulau Dewata.
Dari danyak kejadian-kejadian pra maupun pasca  yang keluar di media-media tentang eksekusi amrosi CS dan kemudian keluar opini-opini tentang eksekusi Amrozi CS, dari banyaknya opini  saya lebih memilih pendapat yang menyatakan bahwa: Sebenarnya bahwa eksekusi Amrozi cs tidak begitu menguntungkan. Jika eksekusi jadi dilaksanakan, mereka akan semakin dipuja oleh pengikutnya karena mati syahid, apalagi mereka bersikukuh dengan pandangan bahwa apa yang mereka lakukan adalah benar. Percuma kan menghukum mati sekelompok orang yang merasa tidak bersalah atas perbuatannya?. Di luar penjara, para pengikut setia islam radikal makin yakin jika satu-satunya perlawanan terhadap kaum kafir hanya dengan melakukan jihad (perang). Amrozi cs sendiri sering memprovokasi agar mereka segera dieksekusi, misalnya menyebut pemerintah takut atau pengecut.

Keadilan yang telah dinanti  sekitar enam tahun untuk kematian sekitar 202 orang warga, baik warga negara Indonesia maupun warga Negara Asing di tangan para teroris di Bali 12 Oktober 2002 lalu yang sudah  terbayar. Eksekusi mati terhadap Amrozi CS, menyedot perhatian dunia internasional termasuk Amnesti Internasional.  Kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional yang bermarkas di London, Inggris, itu berharap eksekusi tersebut menjadi hukuman mati yang terakhir bagi Indonesia.  Hukuman mati terhadap tiga pelaku bom Bali,  Imam Samudra,  Ali Ghufron alias Mukhlas dan Amrozi  yang dilakukan Sabtu malam di Nusakambangan mendapat liputan luas media-media transnasional. Kantor berita DPA mengatakan, tak satupun pelaku bom Bali tersebut yang menunjukkan penyesalan atas serangan-serangan yang menewaskan 202 orang dan justru memperingatkan akan adanya pembalasan dari kelompok garis keras Islam lainnya jika mereka dieksekusi. Eksekusi amrozi CS mmbawa pengaruh yang besar, tidak hanya berpengaruh terhadap budaya tetapi juga terhadap seni. Suatu kebiasaan yang mendewa-dewakan kepahlawanan dalam suatu kelompoknya ataupun komunitas tertentu masih sangat kental sekali di kalangan bangsa indonesia. Terlihat dari eksekusi Amrozi Cs para pengikutnya menganggap bahwa Amrozi Cs adalah seorang pahlawan mereka yang berani mati demi jihad menurut mereka. Kalau amrozi telah menjadi pahlawan bagi mereka pasti mereka akan mengikuti jalan hidupnya, untuk itu di Indonesia memang benar kalau Amrozi Cs harus dihukum mati tetapi apakah dampak yang akan terjadi pada pra maupun pasca eksekusi Amrozi CS. Dibawah ini mari kita lihat kejadian-kejadian yang saya ambil di internet pada pra maupun pasca eksekusi Amrosi CS:• Di desa Tenggulun, di mana jenazah Amrozi dan Mukhlas dimakamkan disambut ratusan pendukung kelompok garis keras yang meneriakkan “Allahu Akbar” dengan membawa poster-poster yang memuji mereka sebagai “pahlawan”. Kejadian yang sama juga terlihat di kediaman Imam Samudra di Serang, Jawa Barat. Poster besar “Selamat Datang Martir” dipasang di jalan menuju desanya. • Menjelang eksekusi Amrozi cs di awal bulan November ini, beredar isu teror bom melalui pesan singkat. Target serangan bom adalah mal-mal besar, kantor-kantor kedubes negara-negara Barat, restoran-restorna a la Barat, dan kemungkinan rumah-rumah ibadah. Namun tampaknya sms teror tersebut tidak mempengaruhi aktivitas sehari-hari mal-mal di Jakarta. Selain jumlah pengunjungnya tetap normal, pengamanan juga tidak ditingkatkan secara signifikan. Meski mengaku makin waspada, namun jumlah personel maupun jenis pengamanan tetap seperti hari biasa. Hal itu setidaknya terlihat dari pantauan detikcom di Plasa Senayan dan Plasa Semanggi.• Menurut laporan DPA, Indonesia kini dalam waspada tinggi, sejumlah polisi tambahan dikirimkan ke kedutaan-kedutaan, tempat-tempat perbelanjaan dan perkantoran. Sementara AFP melaporkan dari desa Tenggulun, tempat tinggal kakak beradik Amrozi dan Mukhlas, eksekusi terhadap mereka memicu bentrokan antara polisi dan para pendukung ketiga terhukum mati yang diliputi emosi• Ratusan pendukung bentrok dengan polisi saat jenazah Mukhlas dan Amrozi, yang disebut sebagai pembunuh yang banyak semyum tiba dengan helikopter ke desa mereka, Tenggulun di Jawa Timur. Bentrokan pecah dan polisi meninggalkan jalan saat mereka meneriakkan “jihad” dan“keluar”. • Para wartawan Barat di kedua desa dikata-katai sebagai “kafir”. Tetapi sebagian besar rakyat Indonesia yang Muslim hanya mempunyai sedikit simpati kepada mereka itu. Kantor berita ini juga mencatat diperketatnya keamanan di sekitar daerah-daerah sensitif seperti kedutaan-kedutaan, tempat-tempat tujuan wisata, perbelanjaan, dan pelabuhan-pelabuhan. • Di Bali sendiri, yang mayoritas penduduknya memeluk Hindu, dikerahkan 3.500 polisi di jalan-jalan untuk memperkuat keamanan. Australia menyerukan warganya mempertimbangkan kembali untuk berkunjung ke Indonesia dan AS yang kehilangan tujuh warganya dalam serangan tersebut, mengingatkan warga Amerika untuk bersikap rendah-hati dan menghindari demonstrasi-demonstrasi. • Pasca eksekusi terhadap terpidana mati Bom Bali I, Amrozi Cs, pemerintah Indonesia semakin menggencarkan razia teroris di sejumlah daerah. Pusat mobilitas masyarakat seperti terminal bus, pelabuhan dan bandar udara, menjadi sasaran utama dalam razia kali ini.• Akhir-akhir ini di sejumlah terminal, pelabuhan maupun bandar udara di Indonesia, kerap terlihat petugas yang melakukan razia teroris. Di Denpasar Bali misalnya, razia petugas gabungan digelar di terminal bus Ubung. Para petugas memeriksa setiap penumpang yang datang dari daerah lain. Setiap barang bawaan penumpang digeledah petugas kepolisian, sementara petugas keamanan sipil melakukan pemeriksaan terhadap Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sejumlah tentara dari aparat TNI (Tentara Nasional Indonesia), juga tampak berjaga-jaga dengan senjata serbu otomatis.Dalam razia ini, polisi sempat menginterogasi seorang penumpang karena gerak-geriknya mencurigakan. Disamping itu, wajah pria yang membawa identitas atas nama Beni Wahono ini juga mirip dengan Dul Matin, salah satu buronan teroris bom bali. Namun akhirnya polisi melepaskan pria ini setelah diperiksa dan dicatat. Selain di terminal bus Ubung, polisi dan prajurit TNI juga melakukan razia teroris di bandar udara internasional Ngurah Rai Bali, serta pelabuhan Gilimanuk dan Padang Bai Bali.• Eksekusi Amrozi Cs Pulihkan Pariwisata Bali, Pelaksanaan eksekusi terhadap tiga terpidana mati Bom Bali I, Amrozi, Muklas, dan Imam Samudra akan memulihkan sekaligus memberikan citra positif bagi pariwisata Bali ke depan. • Pasa eksekusi Amrozi CS, pariwisata indonesia masih normal, Eksekusi itu tidak mempengaruhi pariwisata, mudah-mudahan kita semua mengerti inilah proses hukum, dan sudah berjalan dengan baik,” kata Jero Wacik. Berdasarkan data Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Indonesia tahun 2008 dibanding pada tahun 2007 periode Januari hingga – meningkat 12,73 persen. Jumlah wisman pada periode Januari – Agustus 2007, mencapai 3.610.049 wisatawan, bertambah menjadi 4.069.474 orang 2008. Pasar wisata terbesar untuk Indonesia masih diduduki Singapura dengan 638.834 wisatawan, disusul Malaysia mencapai 441.523 wisatawan.• Nusa Bali,(APIndonesia.Com).Detik-detik menjelang pelaksanaan eksekusi terhadap terpidana mati Bom Bali I Amrozy Cs, polisi mulai Memperketat penjagaan dan pengamanan diberbagai titik vital menuju Bali. Selain Pelabuhan Gilimanuk, Padang Bai serta Bandara, Juga diperketat beberapa pelabuhan-pelabuhan rakyat yang menghubungkan kota luar menuju Pulau Dewata. Dari danyak kejadian-kejadian pra maupun pasca  yang keluar di media-media tentang eksekusi amrosi CS dan kemudian keluar opini-opini tentang eksekusi Amrozi CS, dari banyaknya opini  saya lebih memilih pendapat yang menyatakan bahwa: Sebenarnya bahwa eksekusi Amrozi cs tidak begitu menguntungkan. Jika eksekusi jadi dilaksanakan, mereka akan semakin dipuja oleh pengikutnya karena mati syahid, apalagi mereka bersikukuh dengan pandangan bahwa apa yang mereka lakukan adalah benar. Percuma kan menghukum mati sekelompok orang yang merasa tidak bersalah atas perbuatannya?. Di luar penjara, para pengikut setia islam radikal makin yakin jika satu-satunya perlawanan terhadap kaum kafir hanya dengan melakukan jihad (perang). Amrozi cs sendiri sering memprovokasi agar mereka segera dieksekusi, misalnya menyebut pemerintah takut atau pengecut.

Explore posts in the same categories: Agama

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: