SUDAH SIAPKAH KITA DENGAN “ON-LINE”?


Layanan KRS On-Line yang memanfaatkan teknologi informatika memang sudah saatnya tersedia di ISI Surakarta, selain akan memudahkan mahasiswa dalam mengurus rencana studinya, juga memudahkan pihak Institut dalam memantau perkembangan akademis mahasiswanya  tapi, itu bukan hal yang mudah untuk dilakukan.

Menginjak waktu herregistrasi semester ganjil tahun akademik 2009-2010, di beberapa titik dalam lingkungan kampus kita tercinta ini, terpampang beberapa buah spanduk yang berisi pengumuman tentang telah dibukanya layanan Kartu Rencana Studi (KRS) On-Line yang dapat diakses melalui http://isi-ska.ac.id/sipadu/mhsw. Beberapa mahasiswa seakan bangga dengan adanya layanan tersebut. “ISI Surakarta tidak ketinggalan lagi dengan Perguruan tinggi lain yang terlebih dahulu membuka layanan KRS (secara) On-Line.” Namun, layanan tersebut belum tersosialisasikan dengan baik, mengingat terbatasnya waktu untuk sosialisasi dari pihak lembaga. Sehingga, mahasiswa yang sedang mudik tidak mengtahui sistem baru semacam itu.

Beberapa mahasiswa yang telah herregistrasi dan menerima kwitansi pembayaran SPP,  menyerahkan kwitansi pembayaran tersebut ke Kantor Fakultas Seni Pertunjukan dan di sana menerima blangko KRS “manual” seperti biasanya.

Pengisian KRS secara “manual” melibatkan setidaknya tiga pihak yaitu  Mahasiswa – Pihak Jurusan (Penasehat Akademik, Ketua Jurusan) dan – Pihak Fakultas di mana Mahasiswa berhubungan dengan pihak Jurusan dan Fakultas secara langsung di tempat tertentu (Kantor Jurusan, Fakultas). Dengan adanya KRS On-Line,. Mahasiswa bisa mengurus KRS-nya di manapun, selama tersedia fasilitas internet, dan tanpa dibatasi jam kerja sampai batas waktu  yang ditentukan untuk pengurusan KRS.

Dalam kaitannya dengan KRS On-Line, input data dari pihak Jurusan dan Fakultas menjadi sangat penting dalam pembuatan desain database yang  formnya akan ditampilkan di website isi-surakarta dan nantinya akan diisi mahasiswa.

Seperti kita ketahui, database merupakan tempat pengolahan dan pengelolaan data. Disain database tergantung dari data apa saja yang akan masuk, data apa saja yang bisa ditampilkan dan data apa saja yang tidak boleh ditampilkan. Data yang sebelumnya tersebar di pihak Jurusan, Fakultas, dan Pusat dikelola dalam suatu sistem yang memungkinkan pengolahan data menjadi lebih sistematis dan lebih terjamin keamanannya. Oleh sebab itu desain database “seharusnya” dibuat se-sempurna mungkin agar data yang ada tersimpan dengan aman, aman dari kesalahan dan manipulasi data yang bisa jadi dapat merugikan mahasiswa. Sehingga paling tidak kesalahan yang dapat ditolerir hanyalah jika terjadi aklibat kelalaian pengisi database.

Jika ada beberapa perubahan data yang terjadi dalam kurun waktu tertentu (mis.: perubahan kurikulum, kode mata kuliah) hal tersebut merupakan wilayah kerja pihak Jurusan dan Fakultas dengan sistem dan organisasi kerja yang berbeda dari sebelumnya..

Pihak Jurusan dan Fakultas bekerjasama mempersiapkan kelengkapan data dan pengkodean. Data-data tersebut diserahkan kepada pihak PUSTIKA untuk pembuatan disain database dengan menggunakan program aplikasi tertentu dan kemudian dalam rangka layanan KRS On-Line, sebagian form dimasukkan ke dalam sistem jaringan. Setelah sistem jaringan dibuat, barulah mahasiswa dapat mengaksesnya.

Program desain database tergantung pada kelengkapan data. Data yang tidak lengkap akan mempengaruhi pembuatan desain database, dan hal tersebut akan merugikan mahasiswa. Contohnya sebagai berikut

Beberapa orang mahasiswa Jurusan Etnomusikologi yang mencoba mengakses Layanan yang disediakan sampai tanggal 5 September 2009 tersebut mengalami beberapa kendala antara lain:

  1. beberapa mata kuliah yang tercantum dalam Buku Petunjuk Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, tidak tercantum dalam Form pilihan mata kuliah KRS On-Line
  2. kode mata kuliah yang tercantum dalam Form pilihan mata kuliah KRS On-Line, berbeda dengan kode mata kuliah yang tercantum dalam Buku Petunjuk Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Tentu saja banyak mahasiswa yang tidak jadi mengisi KRS secara On-Line, dan tetap melakukan pengisian KRS secara ‘manual’, terlebih karena mahasiswa masih diberi blanko KRS ‘manual’ oleh pihak Fakultas. Sehingga ada mahasiswa yang melakukan pengisian KRS ‘manual’, sebagian mahasiswa melakukan pengisian KRS On-Line, dan sebagian lagi melakukan pengisian KRS ‘manual’ dan KRS On-Line. Hal tersebut kesemuanya SAH dan berlaku sebagai pedoman mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan semester ganjil 2009-2010.

Pada tanggal 8 September 2009, pihak Fakultas mengeluarkan Pengumuman sebagai berikut:

  1. Bagi Mahasiswa yang belum KRS on-line dilayani pada hari kamis tgl 10 september 2009.
  2. Bagi Mahasiswa yang tidak KRS on-line akan dianggap cuti kuliah.

Akibatnya banyak mahasiswa yang belum melakukan KRS On-Line tetapi sudah melakukan pengisian KRS secara ‘manual’ terpaksa melakukannya. Walaupun, dengan resiko beberapa mata kuliah (masih) tidak tercantum dalam form KRS On-Line. Sehingga banyak mahasiswa terganggu dalam menjalani perkuliahan. Banyak mahasiswa yang melakukan pengisian KRS On-Line kecewa karena: sejak tanggal 8 September 2009, website isi-surakarta.ac.id tidak bisa diakses karena “situs sedang dalam perbaikan” sampai waktu yang belum bisa ditentukan.

Selanjutnya, tanggal 14 September 2009, muncul pengumuman:

“Diberitahukan kepada mahasiswa yang mengalami keterlambatan KRS On-Line, Solusinya adalah:

  1. 1. Mengambil blangko keterlambatan di Upt Pusat Informatika (PUStIKA) dan/atau di Fakultas Seni Pertunjukan.
  2. 2. Mengisi formulir yang diketahui oleh Pembimbing Akademik (PA), Ketua Jurusan dan Pembantu Dekan I Fakultas seni Pertunjukan.
  3. 3. Diklarifikasikan langsung ke Unit Pelaksana teknis Pusat Informatika (PUSTIKA).

Apabila melalui ketiga tahapan tersebut ada mahasiswa yang masih mengalami masalah, KaSubBag . Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Seni Pertunjukan siap mencarikan solusi…”

Di PUSTIKA, mahasiswa yang terlambat melakukan pengisian KRS On-Line, akhirnya dapat melakukan pengisian KRS secara On-Line tetapi lewat jaringan Intranet, bukan Internet! Hal tersebut bisa dilakukan sampai 3 Oktober 2009 dan masih juga

Explore posts in the same categories: Buletin Etno

One Comment pada “SUDAH SIAPKAH KITA DENGAN “ON-LINE”?”

  1. sompil Says:

    iya nih bikin repot …paling tidak kloemang belum siap dgn layanan online,,di offline kan aj dulu,,jdi sementara KRSannya manual aj,,,


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: