Teori AKTING Oleh: Rukman Rosadi


THE BASICS STEP FOR AKTING

Oleh: Rukman Rosadi

Banyak orang mengatakan bahwa: “ akting itu sulit”, “ Atau akting itu mudah “ Atau “ akting itu gampang- gampang susah “. Sebenarnya, persoalannya bukan pada aktingnya tapi para pelaku akting itu sendiri yang akan membuatnya menjadi mudah atau menjadi susah

Akting menjadi mudah jika mudah jika mengetahui bagaimana seharusnya menciptakan akting dan didasari keinginan kuat bahwa anda benar-benar ingin menguasai akting. Pengetahuan yang tidak lengkap dan keinginan yang setengah-setengah membuat akting menjadi pelajaran yang sulit, bodoh, gelap, dan mungkin membosankan.

Secara sederhana seni akting adalah seni menciptakan aksi/laku. Sebuah aksi yang dilakukan karena adanya implus atau dorongan untuk melakukan suatu aksi.

Sebagai contoh: Anda makan jika?

  1. Anda lapar ( implus dari dalam diri anda sendiri)
  2. Anda makan makanan yang lezat ( implus dari makanan)
  3. Terpaksa makan ( implus dari luar / dorongan psikologis, mungkin karena perasaan tidak enak/ sungkan pada seseorang jika anda tidak makan )
  4. Dipaksa makan ( implus dari orang lain yang memaksa)
  5. Makan gratis ( Anda akan makan meskipun tidak lapar atau tidak terlalu suka pada makanan yang ada)
  6. Makan untuk prestise/dorongan sosial ( sebenarnya lidah anda tidak familiar dengan makanannya, tapi anda akan dianggap kuno kalau belum atau tidak pernah memakannya)

Masih ada banyak alasan untuk sebuah aksi yang sama, tentang makan. Semua perbedaan penyebab alasan diatas yang mendorong orang untuk makan, akan melahirkan perbedaan ”cara” makan yang spesifik.

Apakah alasan yang berbeda akan menyebabkan aksi yang berbeda? Jawabannya pasti: Ya! Setiap aksi didorong oleh pikiran atau perasaan yang berbeda yang membuat setiap orang melakukan sesuatu yang berbeda dengan orang lain.

Empat hal inilah yang akan menyusun Karakter. Intinya , Karakterlah yang akan menentukan seluruh aksi yang akan kita buat, apakah itu aksi fisik maupun suara, baik mendapat implus dari dalam maupun dari luar. Dan aksi yang terjadi akan berhubungan/ dipengaruhi langsung dengan kondisi-kondisi yang lain dari diri sipelaku.

Karena setiap orang mempunyai karakter yang berbeda, maka tugas aktor adalah menemukan faktor-faktor penyebab sususnan karakter, merangkai dengan analisa dan menciptakan karakter-karakter baru yang hidup (hayat-menghayati) dan memiliki jiwa (jiwa-menjiwai) dengan segala kerumitan psikologis, fisik, pikiran dan tindakan-tindakannya.

Jika anda sudah menemukan susunan karakter, maka karakter itulah yang menuntun seluruh aksi yang kita buat. Baik itu aksi besar (akting) maupun aksi kecil (bisnis akting).

  1. MENGENALI POTENSI KEAKTORAN

–          Animo / ketertarikan : Visual, audio, pikir, rasa.

–          Histeria : Semangat (kegilaan) untuk mengetahui dan menguasai

–          Potensi tubuh:

–          Potensi Suara:

–          Potensi pikiran: Wawasan, kecerdasan pikir, IQ

–          Potensi emosi / fleksibelitas emosi/ kepekaan/ kecerdasan emosional, EQ

–          Kecedasan sosial

  1. AKTING DAN SENI AKTING

–          Aksi yang disengaja, tanpa mempertimbangkan kualitas aksi

–          Aksi yang disengaja, tanpa mempertimbangkan aspek-aspek yang memunculkan kualitas

  1. POSISI AKTOR DALAM TEATER DAN SINEMA

–          Pengertian Aktor dan sejarah keaktoran

–          Posisi aktor dalam teater sinema

–          Media komunikasi

–          Berhadapan langsung dengan penonton

–          Berhadapan dengan kamera

–          Hubungan aktor dan aspek-aspek lain dalam teater

–          Menterjemahkan teks kedalam aplikasi audio dan visual

–          Perbedaan dan kesamaan pada teater dan film

–          Penentu keberhasilan komunikasi

  1. MENGENALI DAN MENYIAPKAN TUBUH UNTUK AKTING

–          Kelenturan

–          Kekuatan

–          Kelemahan

–          Stamina

–          Kecepatan

–          Pengalaman tubuh

–          Mengenali ciri yang kuat dan kurang kuat

–          Menyimpan kecenderungan personal

–          Mengenali tempo diri

5.  TEKNIK ISOLASI DIRI

–   Mengenali diri sendiri

–   Mengenali tubuh dan reaksi atas emosi

–   Mengenali suara dan reaksi atas emosi

– Mengenali gaya gerak tubuh

–   Mengenali ciri yang kuat dan kurang kuat

–   Menyimpan kecenderungan personal

–   Mengenali tempo diri

6. TOPENG NETRAL : Suatu cara / Latihan yang ditempuh untuk mencapai kondisi emosi,                                              Pikiran dan tubuh yang netral. Keadaan dimana idientitas dan ciri-ciri kita sudah tersimpan dan siap dimasuki oleh idientitas peran yang akan kita mainkan. Ini yang disebut sebagai netralitas positif, netralitas aktor. Relaks, tenang, dan fokus seperti sebuah senjata terkokang siap ditembakkan kearah target.

7.  TOPENG EMOSI : Proses latihan peran untuk mengungkap efek perasaan-perasaan yang beroperasi pada manusia dan mempengaruhi kondisi fisik, yang pada akhirnya membentuk tegangan, arah tubuh, kecenderungan bobot tubuh dan garis movement yang berbeda-beda

8.

9.

10.

“MENGENALI POTENSI DIRI”

Pengenalan diri dimulai dari hati.

–          Pengenalan jati diri

–          Mengenali Poetensi Diri : Suara, Tubuh, Pikiran, Dan Emosi.

Misal : Warna suara, Tubuh, Pikiran, Emosi.

Animo adalah potensi ketertarikan yang didasari oleh beberapa unsur yaitu:

– Audio: Potensi yang dilandasi atau didasari oleh potensi suara.

– Visual : Potensi yang didapat dari alat pengelihatan.

– Rasa : Potensi yang didapat dari indera perasa.

Explore posts in the same categories: Teater

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: